Rabu, 17 Januari 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2011-07-19 09:15:49
KETUA MA MEMBUKA PELATIHAN SERTIFIKASI HAKIM TIPIKOR DAN CAKIM AD HOC TIPIKOR 2011

MEGA MENDUNG , Minggu 17 Juli 2011 pukul 19.30 WIB, Ketua Mahkamah Agung DR. Harifin A Tumpa, SH., MH. Membuka Pelatihan Sertifikasi Hakim Tindak Pidana Korupsi (TIPIKOR) Angkatan ke – XI pada Tingkat Pertama, Banding, dan Kasasi dan Calon Hakim Ad Hoc Tipikor Tingkat Pertama dan Banding Peradilan Umum Seluruh Indonesia bertempat di Pusdiklat Mahkamah Agung Mega Mendung, Ciawi – Bogor.

Sesuai dengan kebijakan Pimpinan Mahkamah Agung dalam usahanya untuk menegakkan citra dan wibawa badan peradilan yang berpuncak di Mahkamah Agung, diwajibkan bagi para pejabat kekuasaan kehakiman khususnya Hakim untuk selalu meningkatkan kualitas kemampuan ilmiah, wawasan dan integritas kepribadian mereka agar dapat melakukan tugas, menerima, memeriksa dan mengadili perkara yang diajukan kepada mereka dengan putusan yang dapat mengikuti perkembangan yang ada, sehingga putusan tersebut dapat memenuhi rasa keadilan dan kebenaran bagi pencari keadilan khususnya masyarakat pada umum dalam rangka mengimplementasikan UU NO. 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut diatas Mahkamah Agung mengadakan pelatihan sertifikasi Hakim dalam perkara Korupsi dan Hakim Ad Hoc Tipikor selama 2 Minggu dari tanggal 17 Juli sampai dengan 29 Juli 2011. Demikian disampaikan oleh H. Muhammad Taufiq, SH., MH. Selaku Ketua Panitia dalam laporannya pada saat Pembukaan Pelatihan Sertifikasi Hakim Dalam Perkara Korupsi Angkatan XI Tingkat Pertama, Banding, Kasasi dan Hakim Ad Hoc Tipikor Tingkat Pertama dan Banding Peradilan Umum Seluruh Indonesia.

Pelatihan Hakim Tipikor ini berjumlah 30 orang dari Peradilan Umum dan 84 orang hakim ad hoc dalam pelatihan sertifikasi ini untuk membangun dan menumbuhkan 3 (tiga) pilar kualitas aparat penegakan hukum yaitu Kepribadian (Integritas), Kecerdasan (Intelektualisme) dan Kemampuan (Keberanian/ Kemandirian).

Serta materi dan Metode Pelatihan meliputi Ceramah dan Diskusi, dan dibagikan bahan-bahan berupa makalah dari Penceramah dan putusan-putusan perkara-perkara korupsi yang ditangani oleh Mahkamah Agung (selected cases) suatu putusan-putusan yang memuat aspek-aspek hukum yang menarik dan implikatif sehingga sangat bermanfaat sebagai bahan untuk diskusi. dan diskusi tersebut dilakukan dengan metode interaktif dan partisipatif dengan dipandu oleh narasumber para Hakim Agung yang menangani perkara-perkara korupsi ditingkat Kasasi dan PK. Sehingga diharapkan dengan metode tersebut akan memberikan pemahaman kepada para peserta secara lebih komprehensif dan efektif.

Evaluasi selama belajar dilakukan penilaian terhadap para peserta oleh para narasumber yang meliputi beberapa aspek diantaranya kepemimpinan, disiplin, desentif, pengusaan materi, penganalisa, serta sikap dan perilaku. Evaluasi dilakukan dengan lisan maupun tertulis. disisi lain para peserta juga diminta memberikan pelatihan evaluasi.

Dalam sambutannya Harifin A Tumpa, Mengatakan bahwa tujuan Mahkamah Agung memberikan pelatihan kepada para hakim di dalam jajarannya agar terus bertambah ilmunya dan kemampuaannya sehingga mampu menghadapi tantangan-tantangan yang di hadapi oleh lembaga peradilan. Pelatihan yang diadakan MA adalah untuk meningkatkan knowledge terus menerus di lakukan, agar para aparat pengadilan di 4 linkungan peradilan itu betul-betul menjadi hakim yang professional dan MA juga tetap melakukan pembinaan dan pengawasan agara integritas moral para hakim itu tetap terjaga.

Karena untuk menjadi hakim yang baik antara kedua sisi harus seimbang, sisi yang pertama adalah mempunyai ilmu knowledge yang baik dan kedua mempunyai integritas yang tangguh sehinga antara kedua sisi ini harus sejalan dan tidak boleh yang satu kurang dari yang lainnya. Walaupun MA telah berusaha untuk meningkatkan profesionalitas hakim.
Oleh karena itu pelatihan hakim tipikor dan hakim ad hoc tipikor ini sebagai hakim yang mendapatkan sorotan dari masyarakat terhadap lembaga peradilan itu karena kinerja para hakim terutama para hakim pidana, hakim tipikor harus benar-benar melihat kondisi pertumbuhan hukum dan penegakan hukum.

Harifin A Tumpa juga menyarankan untuk bertukar pikiran dengan para hakim Ad Hoc yang mempunyai latar belakang ilmu teoritis dan pada para Hakim mempunyai latar belakang praktik yang panjang untuk dapat dikombain antara kemampuan teoritis dan kemampuan praktik mari kita gabungkan dan kita kembangkan ini, agar dapat menemukan sesuatu yang di butuhkan dalam pengembangan hukum kita yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat umumnya sehingga dengan adanya harafan yang tinggi ini, agar dapat mencapai visi dan misi MA dalam menuju peradilan yang Agung dan peradilan yang Modern.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Mahkamah Agung Harifin A Tumpa ditandai penyematan tanda peserta kepada 2 perwakilan, Pelatihan yang berlangsung mulai tanggal 17 Juli sampai dengan 29 Juli 2011. Peserta yang mengikuti Pelatihan Sertifikasi ini berjumlah 30 hakim tipikor ndan 84 Hakim Ad Hoc. Jumlah peserta tersebut diperoleh setelah mengikuti proses seleksi administratif dan seleksi substansi secara tertulis dan lisan.

Dalam pembukaan pelatihan tersebut hadir Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Yudisial, para Ketua Muda, Hakim Agung, Pejabat Struktural Eselon I dan II pada Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI. (source-Humas/MARI)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta