Minggu, 24 Juni 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2011-08-24 08:11:55
Kembangkan TI, Badilag-Badilmiltun Bertukar Pengalaman

Jakarta, Kemajuan Teknologi Informasi (TI) di Ditjen Badilag menarik perhatian Ditjen Badilmiltun. Senin (22/8/2011), Tim TI Badilag diundang Tim TI Badilmiltun untuk membicarakan berbagai hal seputar pemanfaatan TI untuk menunjang kinerja lembaga.

Pertemuan yang digelar di Lantai 9 Gedung Sekretariat Mahkamah Agung itu dipimpin langsung oleh orang nomer satu di masing-masing Ditjen. Dirjen Badilmiltun Sulistyo dan Dirjen Badilag Wahyu Widiana mengunjungtombaki pertemuan ini. Para pejabat eselon II Badilmiltun dilibatkan dalam pertemuan.

"Kami ingin mengadopsi TI dari Badilag. Demi kemajuan bersama, ke depan kami ingin kita saling membantu," ungkap Sulistyo.

Dikatakannya, saat ini Ditjen Badilmiltun sudah memiliki website resmi. Demikian juga dengan seluruh satker binaannya, yang terdiri dari 23 pengadilan di lingkungan peradilan militer dan 30 pengadilan di lingkungan peradilan Tata Usaha Negara.

Soal pengembangan website, Wahyu Widiana menjelaskan bahwa kata kuncinya adalah komitmen. Jika para pimpinan sudah punya komitmen yang kuat, langkah berikutnya adalah menyosialisasikannya agar orang-orang di daerah sepikiran dan akhirnya mendukung, bahkan merasa menjadi kebutuhan bersama.

"Terus terang, pada awalnya kami hanya modal semangat, tapi sekarang alhamdulillah seluruh satker di tempat kami punya website sendiri. Bahkan pembaca badilag.net sekarang banyak sekali, antara 30.000 hingga 40.000 per hari," kata Wahyu Widiana.

Wahyu Widiana kemudian berbagi tips. "Kami wajibkan seluruh warga peradilan agama untuk melihat situs badilag. Kami juga sering mengecek. Kalau ke daerah, kami sering bilang, perhatian aparat peradilan terhadap TI berpengaruh terhadap promosi dan mutasi," ujarnya.

Tidak hanya itu, untuk memberi motivasi, Badilag juga menggelar lomba pengelolaan website. Berita-berita dari daerah pun ditayangkan di badilag.net. "Bahkan di Facebook ada grup forum pembaca badilag.net sebagai sarana komunikasi, " kata Wahyu Widiana.

Dengan strategi seperti itu, kini 343 pengadilan tingkat pertama dan 29 pengadilan tingkat banding di lingkungan peradilan agama telah memiliki website yang dikelola dengan baik. Di samping itu, pembaca badilag.net kian banyak.

Wahyu Widiana juga mengulas konten badilag.net dan pengelolaannya. Dijelaskannya bahwa badilag.net dibangun sesuai dengan tupoksi Badilag selaku pembina peradilan agama. Media ini dimanfaatkan untuk menyebarkan surat-surat kedinasan dan pengumuman-pengumuman penting. Berita-berita yang tersaji mendukung program kerja Badilag dan selalu diperbarui (up date).

"Kami juga interaktif, karena setiap berita bisa dikomentari, setelah komentar itu dibaca dan diperiksa tim redaksi," ungkapnya.

Terinspirasi SIADPA

Website bukan satu-satunya hal yang dibahas dalam pertemuan ini. "Kami ingin mengembangkan berbagai aplikasi seperti aplikasi SIADPA yang telah berjalan di peradilan agama," kata Sulistyo.

Untuk itu, pihaknya ingin mengetahui gambaran umum mengenai berbagai aplikasi tersebut dan bagaimana mewujudkannya untuk menunjang kinerja.

Wahyu Widiana menjelaskan, SIADPA pada mulanya dikembangkan oleh sebuah perusahaan asal Malang, Jawa Timur, selaku vendor. Saat ini SIADPA sudah terinstalasi di seluruh pengadilan di lingkungan peradilan agama, meskipun belum seluruhnya berjalan optimal. SIADPA juga terus dikembangkan, dan sekarang bernama SIADPA Plus.

"SIADPA Plus ini disesuaikan dengan Pola Bindalmin. Jadi SIADPA merupakan otomatitasi Pola Bindalmin," ujarnya.

Wahyu Widiana yakin, Ditjen Badilmiltun dapat pula mengembangkan aplikasi yang serupa SIADPA. Soal bagaimana teknisnya, nanti bisa dibahas lebih lanjut.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan Wahyu Widiana untuk memperkenalkan SIMPEG, SMS Gateway, mesin antrian dan berbagai TI lainnya yang telah dimanfaatkan oleh warga peradilan agama.

Kabag Pengembangan Sistem Informatika MA, Darwis, yang turut mengikuti pertemuan ini memberikan apresiasinya kepada Badilag. "Yang diterapkan Badilag, seperti SIADPA itu, sudah bagus. Badilmiltun bisa mengikuti Badilag," ujarnya. (s-badilag-db)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta