Kamis, 18 Januari 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2011-09-20 08:31:40
MA TINGKATKAN PERAN PENGADILAN TINGKAT BANDING SEBAGAI KAWAL DEPAN

Jakarta, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) merupakan agenda yang diadakan setiap tahun oleh MA. Tahun ini, Rakernas akan diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol Jakarta, pada 19-22 September 2011. Kegiatan Rakernas ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dari seluruh warga peradilan se-Indonesia dalam menyongsong pelaksanaan cetak biru 2010-2035 yang telah dilaunching sebelumnya dalam rakernas MA tahun 2010 di Balikpapan.

Dalam setiap pelaksanaan rakernas, MA memiliki agenda yang harus dicapai, dalam lima tahun terakhir pelaksanaan rakernas, capaian berupa cetak biru 2010-2035 merupakan capaian nyata MA dalam menentukan rencana kerja MA selama 25 tahun ke depan. Di lain pihak,gelombang reformasi yang melanda Indonesia juga menjadi sebuah titik balik bagi MA untuk ikut serta mereformasi dirinya. Capain reformasi birokrasi yang terlihat benar adalah keterbukaan informasi di peradilan. Kini masyarakat diberikan akses seluas – luasnya untuk dapat mengetahui sejauh mana perkaranya berlangsung di pengadilan.

Sebagai lembagai peradilan tertinggi, MA memiliki visi untuk menciptakan badan peradilan yang agung. Untuk itu sejumlah misi turut disusun pula untuk mewujudkan visi tersebut. Adapun misi tersebut yaitu :
1. Menjaga kemandirian badan peradilan
2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada
pencari keadilan
3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan badan peradilan
4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan
peradilan.
Untuk itu, MA membuat sebuah tema besar dengan tujuan untuk memfokuskan tema apa yang akan dibahas dalam rakernas. Persoalan teknis peradilan, administrative peradilan, organisasi peradilan menjadi hal-hal yang dibahas dalam rakernas. MA menyadari bahwa hal-hal tersebut perlu terus diperbaharui seiring tuntutan para pencari keadilan. Badan Peradilan dituntut untuk lebih cepat dan dekat dengan publik. Di sinilah peran Pengadilan Tingkat Banding akan dimaksimalkan. "Kalau semua diserahkan di MA akan memakan waktu tertentu dalam penyelesaiannya mengingat MA terpusat di Jakarta dan jangkauannya terbatas. Jadi dengan menjadikan Pengadilan Tingkat Banding sebagai kawal depan dari MA diharapkan akan mampu menyelesaikan berbagai permasalahan hukum yang terjadi di daerahnya masing-masing tanpa harus meneruskannya ke MA" Ujar Ketua MA, Harifin A Tumpa.

Didasari hal tersebut MA mengusung tema "Meningkatkan Peran Pengadilan Tingkat Banding Sebagai Kawal Depan dari Mahkamah Agung". "Hal ini kelak akan semakin menguatkan peran Pengadilan Tingkat Banding untuk bekerja dan berkoordinasi terhadap pengadilan-pengadilan di bawahnya supaya lebih terarah dalam program yang akan dicapai oleh MA" sambungnya lagi.

Adapun agenda besar yang akan dicapai dalam rakernas MA 2011 yaitu penerapan system kamar. Sistem kamar merupakan system yang sudah diidamkan oleh publik selama hampir 30 tahun. Nantinya di Mahkamah Agung akan dibentuk kamar-kamar perkara yang terdiri dari lima kamar yaitu kamar TUN, Militer, perdata, pidana, dan agama. "Jadi nanti hakim agung akan diklasifikasikan ke dalam kamar-kamar tersebut" terangnya lagi. Diharapkan dengan system ini MA akan lebih professional dalam menciptakan putusan yang berkualitas.
Dalam rakernas 2011 ini Mahkamah Agung juga akan menekankan pentingnya pembinaan dan pengawasan .

Ada beberapa pengawasan yang dilakukan yaitu pengawasan yaitu pengawasan dalam bidang DIPA, pengawasan di bidang tingkah laku dan prilaku hakim, dan pengawasan biaya perkara. Tidak kalah dengan bidang pengawasan, bidang pembinaan juga harus terus menerus digalakkan. Kepada setiap pelaksana di lapangan harus diberikan pembekalan agar kemampuannya di dalam pelaksanaan tugas-tugasnya mampu melayani masyarakat dengan prima. Pembinaan hakim-hakim muda harus mampu dilakukan oleh para ketua pengadilan tingkat peertama dan banding, dengan menghidupkan diskusi-diskusi yang dilakukan secara terus menerus. Hanya dengan pembinaan yang terus menerus untuk memberikan motivasi kepada hakim-hakim tersebut untuk tumbuh dan berkembang. (s_hmari_db)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta