Rabu, 15 Agustus 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2011-09-22 07:23:42
MAN, MONEY, MATERIAL

Jakarta-Humas, Ketua Muda Pembinaan MA, Widayatno Sastro Hardjono, SH., MSc. Memaparkan tentang pembinaan di Mahkamah Agung serta seluruh 4 badan peradilan di seluruh Indonesia di hari ketiga Rakernas (21/09/2011). Selain penjelasan dari Widayatnto, seluruh peserta juga mendapatkan informasi tentang program prioritas dari masing-masing satker yang langsung dipresentasikan oleh para eselon I. Program unggulan Badan Peradilan Umum disampaikan Dr. Cicut Sutiarso, SH., MH, program capaian Badan Peradilan Agama dipaparkan Wahyu Widiana, MA, capaian Dirjen Badan Pengadilan Militer dan Tata Usaha Negara (BADIMILTUN) dijelaskan Sulistio, SH.,MH, sedangkan program prioritas Badan Pengawasan MA disampaikan kepala Badan Pengawasan, H.M. Sayrifuddin., SH., MH yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Badan Diklat Kumdil MA. Terakhir Dr. Subagyo, SH., MM., memaparkan tentang program prioritas Badan Urusan Administrasi (BUA) MA. Acara ini dikendalikan oleh Rum Nessa, SH., MH sebagai moderator.

"Salah satunya Justice for the poor, karena masyarkat miskin menjadi perhatian seluruh dunia termasuk cara penanggulangannya. Badan Peradilan Agama sendiri sadar bahwa masyarakat miskin di Indonesia juga memiliki permasalah hukum, dan tidak jarang dari mereka yang tidak mampu membayar administrasi atau membayar pengacara. Untuk itu kami menyediakan program prodeo, pelayanan hukum gratis bagi masyarakat tidak mampu. Selain itu Badilag juga memiliki program sidang Keliling, diperuntukkan bagi masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil, di mana transportasinya dan strata ekonominya sangat terbatas, pada prakteknya hakim akan mendatangi daerah-daerah terpencil itu untuk melakukan sidang." Papar Dirjen Badilag ketika menjelaskan program Justice for All.

Hadir sebagai peserta para pejabat eselon I dan II MA, Ketua / Panitera Pengadilan Tingkat Banding / Pertama seluruh Indonesia, Kadiltama, Kadimilti, Katera dan Kepala / Sekretaris Pengadilan Pajak. Acara ini berlangsung di Ruang Krakatau, Hotel Mercure, Ancol.

Syarifuddin, Kepala Badan Pengawasan MA memaparkan tentang Program pengawasan melalui SMS, salah satu program prioritas Badan Pengawasan MA. Tetapi pengawasan ini bersifat eksklusif, karena diaplikasikan hanya untuk internal masyarakat peradilan. Banyaknya laporan mengenai kinerja buruk maupun kode etik yang dilanggar oleh masyarakat peradilan menjadi latar belakang lahirnya program ini. "Keinginan kami, ini berlaku di seleuruh Inonesia, tetapi kami akan uji coba di Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi terlebih dahulu. Jika ini berhasil, kami akan mengaplikasikan di semua Badan Peradilan ke seantero Indonesia. Dan mengenai pengirim SMS, kami akan serius merahasiakan datanya. Demi perlindungan." Tegasnya.

Ketika berita ini diturunkan, Dr. Subagyo, SH.,MM. memaparkan tentang program prioritas BUA MA, menurutnya program BUA MA pada dasarnya adalah Program MA secara keseluruhan, karena tiga hal yang paling penting dan sangat berpengaruh dalam keberlangsungan semua program di MA dan Peradilan yang di bawahnya menjadi konsentrasi kami, yaitu, "man, money dan material". (s_hmari_db)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta