Senin, 23 Juli 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2011-09-23 14:45:10
HARIFIN A TUMPA TUTUP RAKERNAS MA 2011

Jakarta - Humas, "Tiada terasa waktu yang menghampiri, 48 tahun saya berkecimpung di lembaga Peradilan. Dari tahun 1963 dengan pangkat D2 jika sekarang setara dengan 2A. Waktu yang panjang tersebut tanpa terasa telah dilalui. Beberapa faktor memiliki andil, di antaranya:

Pertama, Saya sangat menyenangi profesi ini yang penuh dengan tantangan yang memerlukan kecerdasan dan kebijakan

Kedua, Saya bisa menyelesaikan segala tugas dengan baik, saya bernah bertugas di daerah di mana tiada seorang pun yang mau diletakkan di daerah itu.

Ketiga, Saya menemukan teman, atasan, bawahan, serta kolega yang dapat berdiskusi, bermusyawarah, bercengkerama yang saya sayangi dan hormati, karena ilmu dan kebijakan yang mereka punya, saya banyak belajar. "Orang pintar akan belajar dari pengalamannya, orang bijak akan belajar dari pengalaman orang lain".

Keempat, Istri dan anak saya mendukung profesi saya sebagai hakim, di mana semua pengorbanan mereka sangat saya hargai." Papar Harifin di saat memberikan sambutan pada acara penutupan Rakernas 2011 di ruang Krakatau, Mercure, Ancol(22/09/2011)

"Saya sangat mencintai profesi ini, karena tidak mungkin saya berada di sini dan bisa bekerja dengan baik dari staf paling bawah hingga menjadi orang nomor satu di lembaga ini, jika tidak mencintai profesi ini" Tegasnya.

Pada Rakernas terkahir bagi Harifin ini, Beliau berpesan bahwa hakim harus:

Pertama. Integritas moral harus dipegang teguh. Karena jika tidak, hakim akan mudah kena intervensi atau sogok. Tanpa integritas hakim hanya akan menjadi robot yang diarahakan oleh yang berkepentingan. Benteng integritas ini yang akan memutuskan putusan hakim secara adil. Putih bukan hitam. Hitam bukan putih. Yang abu-abu harus diperjelas, hitam atau putih.

Kedua, ilmu harus ditingkatkan. Hukum itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat. Hukum tidak statis. Untuk itu ilmu harus terus digali dan dikembangkan. Hakim yang muda jangan segan bertanya kepada hakim senior, hakim senior harus mudah memberikan arahan kepada hakim muda. Hakim yang berpengatahuan luas akan bisa menggunakan konstruksi hukum dengan baik. Hakim harus mampu memadukan hukum dan keadilan. Karena hanya dengan idealisme ini, hakim akan menemukan roh. Hakim itu rohnya keadilan, dan roh keadilan adalah hukum itu sendiri.

Ketiga, hakim harus memiliki semangat berubah dan harus siap menerima perubahan. Seperti sistem kamar yang sebentar lagi akan diaplikasikan di seluruh pengadilan di Indonesia.

Mengenai Rakernas 2011, Harifin mengatakan bahwa sistem Paperless menjadikan Rakernas 2011 lebih murah dibandingkan dengan kegiatan serupa yang tidak menggunakan paperless. (s_hmari_db)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta