Selasa, 21 Agustus 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2011-11-21 13:27:58
WORKSHOP II PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI MAHKAMAH AGUNG RI TERINTERIGRASI DI HOTEL REDTOP

Jakarta-Humas, Sejak Lembaga Peradilan berada dalam satu atap di bawah Mahkamah agung RI tahun 2005 hingga saat ini masing-masing Satker dan pengadilan mengembangkan aplikasi maupun system informasi secara sendiri-sendiri tumbuh seporadis, disatu sisi fenomena ini berdampak positif dalam rangka meningkatkan pelayanan yang baik kepada masyarakat namun disisi hal lain negatifnya adalah tidak efisien dan tidak efektif . Masih sering kita dengar baik di Mahkamah Agung Maupun pengadilan dibawahnya adanya masalah inkosistensi dan tidak validnya data sehingga sering menimbulkan ketidakpuasan bagi pimpinan maupun masyarakat pada umumnya terhadap informasi yang dihasilkan.

Tata Kelola IT Mahkamah Agung memang perlu dikaji dengan mengacu kepada standar tata kelola IT yang ada atau dengan melakukan benchmarking ke instansi lain agar dapat ditetapkan dikelola IT yang efisien dan efektif. Kalau Mengacu pada organisasi Modern saat ini baik dalam negeri maupun internasional tidak ada sebuah organisasi dimana Tata Kelola ITnya tidak Terpusat artinya dalam sebuah organisasi hanya ada satu unit kerja yang ditetapkan bertanggung jawab terhadap tata kelola IT.

Sesuai dengan roadmap Master plan system Informasi MA, maka pada tahun anggaran 2011 ini Biro Hukum dan Humas mulai membangun Sistem Informasi Mahkamah agung RI Terinterigrasi tahap I, dengan membangun system pencatatan data transaksi elektronis pada fungsi-fungsi pendukung atau non teknis yakni kepegawaian , keuangan, Perencanaan dan organisasi, Perlengkapan dan logistic . sedangkan untuk fungsi teknis yakni administrasi perkara saat ini MA sudah memiliki aplikasi yakni SIAP (Sistem Informasi Administrasi Perkara) sehingga tidak perlu dibangun ulang. Namun harus dibangun sebuah aplikasi untuk mengintegrasikan dengan system informasi terintegrasi yang sedang dibangun. Demikianlah pula dengan aplikasi yang lain seperti RKAKL, SAI, SIMAKBMN dsb juga dalam pekerjaan dan akan diintergrasikan.

Dari system terintegrasi ini akan dikembangkan system informasi Manajemen yakni system yang memberikan dukungan informasi bagi manajemen para pejabat eselon 2 ke bawah, sedangkan bagi pimpinan yakni para pejabat eselon 1 ke atas akan dikembangkan Sistem Informasi Eksekutif sebagai pendukung pembuat keputusan. Demikianlah pula untuk kepentingan pelayanan public terhadap informasi pengadilan dalam pekerjaan ini akan dapat dengan mudah diakomodir dengan lebih kohrensif karena data yang diolah sudah terintegrasi satu sama lain. Workshop II ini adalah sebagai forum menyampaikan progress dan konfirmasi apa yang telah dikerjakan oleh konsultan dengan pendampingan Tim IT MA mulai analisis kebutuhan user dan Rancangan solusinya hingga Pembuatan Prototype Sistem Informasi Mahkamah Agung RI Terinterigrasi (SIMARI TERINTEGRASI ) merupakan kelanjutan dari Workshop I yang telah dilaksanakan pada Tanggal 13 oktober 2011.

Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas Nurhadi, SH.,MH Mengutarakan Agar pertemuan workshop II ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya berdialog dan berdiskusi, dalam rangka memecahkan masalah yang mungkin masih ada nanti dalam workshop ke II ini. Dari agenda acara dan materi yang telah dipersiapkan penyelenggara sangat padat, diharapkan peran aktif para peserta workshop untuk memberikan masukan maupun kritikan dari paparan masing-masing konsultan.

Acara yang diselenggarakan di Hotel Redtop dengan jumlah peserta sebanyak 52 orang yang berasal dari perwakilan satker di lingkungan Mahkamah Agung RI. (s_hmari_db)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta