Sabtu, 23 Juni 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2012-02-20 07:53:28
MEDIASI SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI

NUSA DUA - HUMAS. "Penyelesaian sengketa online merupakan bentuk penyelesaian sengketa yang paling ekonomis" ide ini disampaikan oleh Patricia Ann T Pridagaligi, pembicara dari Philipine, pada pembahasan mengenai mediasi di hari ke-2 konferensi ALA. Hal ini didasari dengan perkembangan internet yang kian pesat di hampir seluruh belahan dunia. Tentu dalam pelaksanaannya harus dibentuk terlebih dahulu landasan hukum yang mengatur dan disetujui oleh negara anggota ASEAN.

Isu mediasi muncul sebaga salah satu solusi dalam menyelesaikan sengketa. Tak melulu harus melalui pengadilan. Proses di pengadilan tentunya akan memakan waktu, biaya, dan tenaga. Bandingkan dengan proses mediasi dimana kedua belah pihak duduk bersama dan menyampaikan keinginan masing-masing dalam sengketa tersebut. Keputusan yang dihasilkan tentunya keputusan yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak (win-win solution). Dalam perkembangannya, diharapkan mediasi ini tidak hanya berlaku bagi sengketa orang per orang namun juga bagi penyelesaian sengket antar negara.

"Dalam lingkungan sosial, peselisihan biasanya lebih sering terjadi dengan tetangga. Tak ubahnya dalam hubungan bernegara. Perselisihan antar negara tetangga juga pasti pernah terjadi. Permasalahan tenaga kerja, perdagangan manusia, maupun pembuangan limbah merupakan contoh nyata dari permasalahan yang kerap terjadi dengan negara tetangga. Untuk itulah diharapkan melalu forum ALA ini dapat dibangun kesepahaman dalam penyelsaian sengketa semacam itu "ujar Suwandi sekerta ris ALA. Bagi Syamsul Ma'arif Ketua Penyelenggara penyelsaian mediasi juga hendaknya menyentuh kalangan pengusaha dan pemilik modal (investor). "Hal ini kaitannya dengan keinginan para investor yang apabila mengalami sengketa dapat diselesaikan dengan cepat. Bagi para investor, waktu adalah uang. Apabila masuk ke pengadilan tentu akan menjalani proses, dan akan menghambat pula proses investasinya".

Ungkapan itu diamini oleh pengacara senior, O.C.Kaligis. "Kenapa kita tidak bisa untuk membuat forum mediasi tersebut ? Uni Eropa saja bisa. Bukan halangan apabila sistem hukum negara-negara ASEAN berbeda. Itu sebabnya diperluka sebuah forum yang disepakati bersama. Keharmonisan diantara para peserta ASEAN inilah yang seharusnya terjaga. Kata harmonis itu memiliki makna yang dalam" pungkasnya. (s_hmari_db)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta