Sabtu, 23 Juni 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2012-02-21 15:55:50
KETUA MA HADIRI PERTEMUAN PIMPINAN LEMBAGA TINGGI NEGARA

JAKARTA - HUMAS, Senin 20 Februari 2012. Ketua Mahkamah Agung RI DR. H. Harifin A Tumpa, SH., MH. Menghadiri pertemuan rutin Pimpinan Lembaga Tinggi Negara bertempat di Gedung DPR Senayan Jakarta. Pertemuan tersebut tertutup.

Pertemuan Pimpinan Lembaga Tinggi di hadiri Presiden SBY, Wakil Presiden Budiono, unsure Pimpinan DPR, MPR, DPD, Ketua MK, Ketua BPK dan Ketua KY.

Pertemuan rutin Presiden SBY dengan pemimpin lembaga tinggi negara rata-rata digelar 3 bulan sekali. Tema kali ini yang diangkat adalah membangun demokrasi yang baik menuju pemilu 2014.

"Tentu berkaitan dengan ormas, semua bicara. Ada MA bicara dari sisi hukumnya dalam kaitannya untuk membangun demokrasi. BPK (bicara) akuntabilitas, DPR (bicara) bagaimana politik," kata Ketua DPR Marzuki Alie saat ditanya topik lain yang dibahas dalam pertemuan tertutup tersebut.

Dikatakan dia, pertemuan ini sifatnya berdiskusi karena lembaga-lembaga negara dibentuk berdasarkan amanat konstitusi. Artinya, semua bertanggung jawab pada persoalan.

"Dengan tidak ada intervensi kewenangan, kita bicara dengan kapasitas masing-masing. Makanya setiap pertemuan ada tema. Sekarang ini, kita membicarakan tentang bagaimana membangun demokrasi yang baik menuju pemilu 2014," ujar dia.

Marzuki berharap demokrasi pada tahun 2014 lebih baik dari pengalaman masa lalu tahun 2009.

"Ada persoalan di masa lalu seperti daftar pemilih, data kependudukan ada yang dobel, ada yang tidak terdaftar. Ini bagaimana tidak terjadi lagi. Jadi ada hal-hal yang kita bicarakan sebagai masukan dan kita melakukan tindakan sesuai dengan kewenangan masing-masing," kata Marzuki.

"Presiden dapat masukan, tentu dapat mengkonsolidasikan kementerian yang terkait. DPR sesuai dengan membuat UU. Tentu kita menyesuaikan dengan kapasitas masing-masing. Artinya, ini masukan dan melihat persoalan ini dan menyelesaikan persoalan ini," lanjut dia. (s_hmari_db)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta