Rabu, 15 Agustus 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2012-04-27 07:41:36
KETUA MAHKAMAH AGUNG RI MEMBUKA SEMINAR NASIONAL H.U.T IKATAN HAKIM INDONESIA KE - 59

JAKARTA - HUMAS, Rabu, 25 April 2012, Ruang Krakatau , Hotel Mercure, Ancol, Seminar Nasional IKAHI resmi dibuka oleh Ketua Mahkamah Agung RI pada pukul 09.00 WIB. Seminar Nasional IKAHI diadakan dalam rangka menyambut Ulang Tahun IKAHI ke-59 dan ditujukan untuk peningkatan kapasitas Hakim. Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung RI Hatta Ali menyampaikan bahwa Restorative Justice yang digunakan untuk penyelesaian tindak pidana sudah lama dikenal dalam penegakan hukum dan Restorative Justice menitikberatkan pada keadilan dan keseimbangan bagi pelaku dan korban itu sendiri.

Diharapkan dengan adanya Seminar Nasional IKAHI tahun ini dapat menghasilkan pembaruan dalam hukum pidana di Indonesia dan dapat memaksimalkan kemampuan sehingga dapat mengisi pembangunan hukum di Indonesia, ujar Ketua MA Hatta Ali seraya menutup sambutannya.


Turut Hadir dalam Acara ini Pimpinan Mahkamah Agung RI, Pengurus Pusat IKAHI, Pengurus cabang IKAHI, Hakim dari 4 (empat) Lingkungan Peradilan yang mendapat mandat, beberapa penegak hukum, para advokat, perguruan tinggi dan unsur masyarakat dan beberapa Narasumber/Panelis yang memberikan paparan, diantaranya :

1. Prof. Dr. Muladi, SH dengan topik Restorative Justice dalam Sistem Peradilan Pidana.
Yang menyampaikan tentang pentingnya payung hukum sehingga diperlukan segera konsep teoritik atau akademik draft untuk menyusun Peraturan Mahkamah Agung hingga legislasi dalam bentuk Undnag-undang dan harus ada persepsi yang sama dari seluruh penegak hukum tentang pentingnya proses penyelesaian perkara untuk mencapai Restorative Justice, pelaksanaan Restorative Justice, dimana diperlukan syarat-syarat tertentu dan tindak pidana tertentu untuk dapat diterapkan dalam proses mediasi menuju Restorative Justice, apabila tidak berhasil maka dilanjutkan seperti proses perkara pidana biasa dan kegagalan proses mediasi tidak dapat dijadikan alasan memberatkan hukuman.

2. Prof. Dr. Andi Hamzah, SH dengan topik Restorative Justice dan Hukum Pidana Indonesia. Restorative Justice dan Hukum Pidana Indonesia oleh Andi Hamzah yang memaparkan bahwa dalam penyelesaian suatu perkara kriminal melalui restorative justice belum ada payung hukumnya di Indonesia, karena perkara kriminal diambil alih oleh negara yang diwakili jaksa, maka walaupun para pihak berdamai, perkara jalan terus kecuali delik aduan. Dalam sengketa pencemaran dan perusakan lingkungan ada tiga alternatif untuk menyelesaikannya, yaitu melalui pilihan memakai instrument adminisitratif, perdata dan terakhir hukum pidana. Untuk di Indonesia ada tim di Menteri Lingkungan Hidup yang terdiri dari KLH, kejaksaan dan kepolisian untuk memilah-milah sengketa lingkungan yang mana yang akan diselesaikan dengan menerapkan ketiga instrument itu. Hal ini ditiru dari Belanda yang mengenal drie hoek overleg (musyawarah tiga pihak), pihak administrasi yang mengeluarkan izin, jaksa dan polisi. Sudah jelas jika yang dipilih adalah jalur perdata, maka penyelesaian melalui restorative justice dapat ditempuh.

3. Prof. Dr. H. Romli Atmasasmita, SH., LLM dengan topik Restorative Justice dalam Hukum Pidana Indonesia. Cita Keadilan Restorative Dalam Sistem Hukum Pidana Nasional oleh Romli Atmasasmita yang memaparkan Model Hukum yang cocok untuk Keadilan Restorative, perpaduan model hukum sebagai sarana pembaruan masyarakat dan konsep hukum untuk manusia bukan sebaliknya dan model hukum Integratif yang menguatkan kedua model di atas dengan menempatkan pancasila sebagai nilai kesusilaan tertinggi dalam Hidup Manusia.

Serta penyanggah/pembanding diantaranya :
1. Prof. Dr. H. Surya Jaya, SH., M. Hum
2. Prof. Dr. Komariah Emong Sapardjaja, SH
3. Dr. Drs. H. Mansur Kartayasa, SH., MH

Seminar Nasional IKAHI akan dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional Luar Biasa IKAHI pukul 19.00 WIB di Ruang Krakatau hotel Mercure , Ancol, Jakarta (s-hmari_db)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta