Selasa, 23 Oktober 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2012-06-19 11:15:40
KASUS PIDANA ANAK MENINGKAT

Manado - Humas, Menyedihkan! Kasus pidana yang dilakukan anak Indonesia semakin meningkat, (Komisi Perlindungan Anak, Januari 2012) dan makin ironis ketika ternyata kasus yang dilakukan anak ini belum diatur secara khusus, manusiawi, proporsional, dan mempertimbangkan kondisi psikologi anak. Padahal anak adalah aset bangsa, cemerlang dan keruhnya Indonesia ke depan ada di tangan mereka. Kemana negara ? 

"Seharusnya negara memelihara fisik dan mentalnya. Jangan sampai ada lagi hukum melukai anak-anak bangsa". Kata Gede Pasek Suardika, SH., MH, ketua Komisi III DPR RI pada kunjungan Kerja Tim Perumus RUU yang membahas Sistem Peradilan Pidana Anak di Kantor Kepolisian Daerah Manado, Sulawesi Utara (18/6/2012). "Rumusan Undang-undang ini dianggap wajib ada karena undang-undang No 3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan dan kebutuhan hukum masyarakat, karena UU tersebut belum secara utuh memberikan perlindungan kepada anak yang berhadapan dengan hukum seperti penangkapan dan penahanan anak disamakan dengan orang dewasa, padahal perbuatan yang dilakukan anak tidak bisa disamakan dengan perbuatan orang dewasa, dan hal Ini sangat merugikan anak, bisa merusak psikologi mereka ke depannya." Tegas Gede Pasek yang sebelumnya menjadi anggota Komisi II DPR RI.

Selain Gede pasek, semua unsur lembaga hukum yang ada di Sulawesi Utara, baik itu kementrian Hukum dan HAM, Kejaksaan, Kepolisian, dan Pengadilan sangat antusias dan menyambut baik adanya RUU ini, mereka buktikan dengan memberikan beragama masukan dan tanggapan, baik dari segi isi RUU, penggunaan bahasa dan yang lainnya.

ANAK ADALAH AMANAH TUHAN

Tentu masih hangat di ingatan kita, kasus pencurian sendal jepit yang dilakukan oleh seorang anak dari Palu Sulawesi Tengah. Kasus ini tidak hanya mengusik rasa keadilan dari masyarakat Indonesia, kasus ini telah menjadi konsumsi dunia dan menjadi cermin buruknya hukum Indonesia. Begitu juga dengan Kasus kakak beradik yang tewas di sel tahanan Polsek Sijungjung, Padang, akibat mencuri kotak amal, ini pun sangat mengusik rasa keadilan masyarakat.

Bukhori Yusuf, anggota Komisi III dalam acara yang sama mengatakan bahwa anak adalah amanah Tuhan, jiwanya bersih, jika mereka melakukan kesalahan, mari kita benarkan dengan cara yang benar. Tugas kita mendidik dan mengembangkannya bukan menghukumnya. Model RUU yang sedang dibahas ini menurut Bukhari, bukan menempatkan anak yang melakukan kesalahan ke dalam penjara untuk membuatnya jera, karena alih-alih membuatnya jera, pelaku pidana anak yang dipenjara akan lebih malah lebih "lihai" jika keluar dari penjara. Untuk menghindari hal ini, RUU ini menawarkan konsep diversi, artinya pelaku pidana anak diberi hukuman dengan cara-cara yang lebih edukatif, sehingga mereka tidak merasa dirugikan dan si anak bisa belajara dari apa yang dilakukannya.

AKSI PENGADILAN

Jauh sebelum RUU ini menggaung, Pengadilan Negeri di Stabat, Sulawesi Utara melalui ketua Pengadilannya, Ibu Dewi, sudah menerapkan praktik hukum restorative justice, di PN itu juga terdapat ruang sidang ramah anak, selain itu PN ini selalu mengedepankan mediasi jika terjadi pelanggaran hukum pidana oleh anak. Terobosan paling terbaru dari PN Stabat demi melindungi anak-anak bangsa, mereka mengerjakan kurang lebih 1000 akte kelahiran anak yang terlambat dengan program one day service. "Dan alhamdulillah, program-program ini banyak dicontoh oleh PN-PN lain. Semoga langkah kecil kami, bisa memberikan kebaikan bagi anak-anak Indonesia. Apapun akan kami lakukan demi anak-anak Indonesia" Ungkap Dewi dengan optimis. "Semoga RUU ini bisa segera disahkan dan melahirkan sistem peradilan pidana anak yang melindungi anak." Harap Dewi. (s_hmari_db)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta