Selasa, 23 Oktober 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2013-09-23 10:23:34
(fit & proper test) Calon Hakim Agung

Pada hari Kamis, tanggal 19 September 2013 di ruang rapat Komisi III Gedung Nusantara II DPR RI telah dilangsungkan (fit & proper test) terhadap enam calon hakim agung. Calon hakim agung dari kamar Tata Usaha Negara adalah Bapak Is Sudaryono, S.H.,M.H., Ketua Pengadilan Tinggi TUN Medan dan Bapak H. Bambang Edy Sutanto Soedewo, S.H.,M.H., Wakil Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta. Bapak H. Bambang Edy Sutanto Soedewo, S.H.,M.H. mendapat giliran diuji oleh anggota dewan mulai pukul 14.00 WIB. Waktu  yang diberikan adalah satu setengah jam. Uji kelayakan dan kepatutan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III Tjatur Sapto Edy. Hal ini berbeda dengan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Bapak Is Sudaryono yang dipimpin oleh Ketua Komisi III I Wayan Gede Pasek Suardika.

 Acara dimulai dengan pemaparan makalah. Makalah tersebut merupakan makalah yang telah dibuat dan diserahkan ke DPR pada hari Kamis, tanggal 12 September 2013 yang lalu. Selama kurang lebih sepuluh menit Bapak H. Bambang Edy Sutanto Soedewo, S.H.,M.H. memaparkan makalahnya. Setelah itu dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan dari anggota dewan yang kemudian dijawab oleh Bapak H. Bambang Edy Sutanto Soedewo, S.H.,M.H.  Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan selain mengenai makalah, juga mengenai rekam jejak serta pandangan tentang perbaikan kinerja Mahkamah Agung dalam penyelesaian tunggakan perkara dan masalah-masalah terkait lainnya.

Sebelum uji kelayakan dan kepatutan terhadap Bapak H. Bambang dimulai, salah satu Anggota Komisi III DPR RI yaitu Syarifuddin Sudding meminta uji kepatutan dan kelayakan ditunda sampai ada penjelasan dari salah satu anggota Komisi III DPR yang diberitakan menerima sesuatu dari seorang calon hakim agung di toilet DPR. Hal tersebut menurutnya penting karena mencoreng nama baik komisi III dan juga proses seleksi hakim agung itu sendiri dan sebelum ada klarifikasi beliau akan meninggalkan ruangan karena peristiwa tersebut secara masif diberitakan oleh media massa dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Terhadap pernyataan tersebut, Pimpinan rapat menyatakan bahwa pihaknya sudah mengagendakan akan hal  itu dan uji kepatutan dan kelayakan akan tetap terus dilanjutkan. Akhirnya Syarifuddin Suding meninggalkan ruangan dan uji kelayakan dan kepatutan dilanjutkan sampai selesai. Hasil uji kepatutan dan kelayakan dijadwalkan akan diumumkan secepatnya.(jarwo)

 

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta