Minggu, 24 Juni 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2013-09-26 10:32:24
Sosialisasi Otomatisasi Pola Bindalmin dengan system Aplikasi Administrasi (SIAD) dan Sistem Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Se-Wilayah P{engadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta.

Bandung 18 September 2013, selaku Ketua Panitia, Muljadi Wakil Panitera Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta melaporkan diawal, kepada Ketua dan para Hakim Tinggi yang hadir. Bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari, 18-21 September 2013.  Dihadiri oleh 54 peserta, terdiri dari Panitera Pengganti Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Berjumlah 26 peserta, Panitera, Panitera muda Perkara sewilayah Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta sejumlah 14 Peserta, sisanya adalah Operator dan Panitera Pengganti dari Satker se-wilayah Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta.

Dalam sambutannya Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta, Istiwibowo, SH, MH memberikan wejangan dan pesan-pesan kepada para peserta yang hadir. Diharapkan setelah selesai mengikuti acara ini setiap peserta dapat menerapkan setiap aplikasi yang sudah diajarkan. Berbicara mengenai SIAD Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, adalah bicara mengenai Tekonologi Informasi. Kita harus mampu mengejar ketinggalan kita dari pengadilan lain yang sudah lebih dahulu akrab dan menggunakan aplikasi. Aplikasi ini akan memudahkan kerja dan pelayanan kita terhadap masyarakat. Mudah, cepat dan dapat diakses dimana saja dan kapan saja asalkan terhubung dengan internet. SIMPEG dan SIAD nantinya diharapkan akan semakin tertib administrasi, hal ini juga nantiya akan semakin memudahkan kita mempertahankan predikat yang sudah diberikan oleh BPK yaitu WTP, Wajar Tanpa Pengecualian, syukur-syukur kita bisa meningkatkannya.

Memang tidak dapat kita pungkiri, dibandingkan Pengadilan yang lainnya, Pengadilan kita memiliki keterbatasan dalam pendanaan. Tentunya hal ini dikaitkan dengan kurang maksimalnya pelatihan yang berkesinambungan. Lanjutnya, sebaiknya keterbatasan jangan menghambat kita. Ketua Pengadilan mengatakan, dana besar dengan hasil besar itu sudah biasa terjadi, tetapi dengan anggaran sedikit dan menghasilkan manfaat besar/maksimal inilah yang jarang terjadi. Inilah yang harus kita ciptakan, keterbatasan anggaran tidak menghalangi niat kita dalam memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal. Jiwa dan semangat seperti inilah yang harus selalu kita miliki.

Selain itu Ketua Pengadilan mengingatkan selain mental untuk memberikan yang terbaik, kita juga harus bekerja lebih keras. Mental ini harus kita terapkan di semua bidang pelayanan kita terhadap masyarakat, tidak terbatas hanya kepada Teknologi Informasi. Pembuatan surat dan pemberkasan yang tidak lagi memakan waktu yang lama. Jika yang lain mampu melakukan  hingga 1-2 hari, usahakan kita dapat mempersingkat itu hinga 1-2 jam saja. Memang tetap diperlukan sebuah infrastruktur yang memadai untuk mendukungnya.

Perubahan kecil yang bisa kita lakukan akan berdampak kepada yang lainnya, efek domino berlaku dalam hal ini. Konsistensi dalam melakukan semua hal yang sudah disebutkan tadi, pastinya kita akan mampu menjadi salah satu peradilan yang terbaik dan mengejar ketertinggalan kita dalam bidang Teknolgi Informasi. Mudah-mudahan dengan adanya Pelatihan Aplikasi SIAD dan SIMPEG ini akan membawa perubahan dan angin segar baru kepada Satuan Kerja Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta.

Akhir kata, Ketua memberikan  ucapan selamat belajar dan menimba ilmu yang sebaik-sebaiknya kepada setiap peserta yang hadir.b'iyus


 

 

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta