Kamis, 20 September 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2013-11-19 11:36:50
Pengambilan sumpah jabatan dan Pelantikan Bapak Herry Wibawa, S.H.,M.H. sebagai Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak

Jakarta, 11 November 2013. Bertempat di Lantai 12 Gedung Sekretariat Mahkamah Agung RI jam 11 wib sampai dengan selesai telah dilakukan pengambilan sumpah/janji Bapak Herry Wibawa, S.H.,M.H. sebagai Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak. Acara dihadiri oleh Dirjen Badimiltun, Bapak Sulistyo, S.H.,M.Hum., Direktur Binganis TUN Bapak Yodi Martono Wahyunadi, S.H.,M.H., Wakil Ketua dan para hakim tinggi Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, para ketua dan Panitera Pengadilan TUN sewilayah Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta, tamu undangan, serta seluruh pegawai Pengadilan Tinggi TUN Jakarta. 

Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta menyatakan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bukanlah sekedar seremonial atau formalitas belaka melainkan sebagai bentuk pengukuhan terhadap jabatan yang diembannya sehingga harus diterima dengan penuh tanggung jawab dan integritas yang tinggi. Profesi hakim disebut profesi yang mulia dan terhormat (the outstanding profesion) maka selain disumpah dan dilantik, juga harus menandatangani pakta integritas. Menurut pendapat beberapa ahli, suatu kepemimpinan dikatakan berhasil apabila pemimpinnya mampu mengubah pengikutnya menjadi lebih baik dan melipatgandakan kinerja timnya. Seorang pemimpin selain harus menjadi teladan dan menggerakkan (leading), juga harus mampu memotivasi (motiviting) dan menginspirasi (inspiring) bawahan. Dalam konsep Ki Hajar Dewantoro pemimpin yang baik harus memiliki sikap : ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.

Selanjutnya Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta juga menyampaikan banyak pekerjaan yang harus dikerjakan antara lain berkaitan dengan kiat mendisiplinkan pegawai, menyinergikan seluruh elemen yang ada di Pengadilan untuk meningkatkan kinerja, pembenahan administrasi perkara dan umum, memupuk kebersamaan baik seluruh pegawai maupun hakim, serta terus melakukan pengawasan melekat. Dalam rangka mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi di lembaga peradilan yang antara lain mewujudkan peradilan modern yang agung, maka secara khusus agar fokus membangun sistem teknologi informasi yang solid dengan sistem SIAD-PTUN. Apabila kekurangan sumber daya manusia yang cakap di bidang teknologi informasi maka PTUN Pontianak dapat mengirim pegawai ke Dirjenmiltun kapan saja untuk mendapat pelatihan sampai benar-benar cakap mengaplikasikan SIAD-PTUN.

Selaku pimpinan pengadilan, selain tugas-tugas tersebut di atas, juga tidak boleh dilupakan untuk membina Dharmayuktikarini oleh Ibu Ketua, membina PTWP, IKAHI, IPASPI, juga koperasi yang merupakan tugas tambahan tetapi wajib hukumnya. Dalam sambutan akhirnya, Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta menyampaikan selamat kepada Bapak Herry Wibawa, S.H.,M.H. semoga sukses selalu menyertainya dan Tuhan selalu melindungi dalam tugasnya.

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta