Senin, 28 Mei 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2013-11-20 15:30:18
BIMBINGAN TEKNIS HAKIM SE-WILAYAH PENGADILAN TINGGI TUN JAKARTA

 Pengadilan Tinggi TUN Jakarta mengadakan Bimbingan Teknis Hakim sewilayah Pengadilan Tinggi TUN Jakarta dari tanggal 19 November 2013 sampai 22 November 2013 di Batam. Acara dibuka oleh Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta di ruang Royal Square 1, Hotel Mercure Batam. Acara pembukaan ini dihadiri juga oleh Hakim Agung RI Bapak H. Yulius Rivai, S.H.,M.H. yang mewakili Ketua Kamar Candra Mahkamah Agung RI, serta diikuti oleh para hakim tinggi Pengadilan Tinggi TUN Jakarta, para ketua dan wakil ketua pengadilan sewilayah Pengadilan Tinggi TUN Jakarta, serta satu orang hakim senior dan satu orang hakim yunior dari masing-masing satuan kerja wilayah Pengadilan Tinggi TUN Jakarta.


Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta menyatakan alasan dipilihnya Batam adalah semata-mata untuk penyegaran agar tidak selalu diselenggarakan di wilayah hukum yang sama dan penyelenggaraan ini tidak mempengaruhi bertambahnya anggaran yang dikeluarkan. Tujuan utama diadakan bimbingan teknis hakim ini adalah adanya output dan outcome.Hasil outcome tidak dapat dilihat secara langsung akan tetapi merupakan suatu proses yang hasilnya akan dilihat di masa mendatang. Peserta dari Bimbingan Teknis ini dipadu antara hakim yunior dengan hakim senior sehingga nantinya hasil bimbingan dan diskusi yang akan diadakan dapat bermanfaat bagi semua dan menambah wawasan hukum. Teknik pencampuran seperti ini sudah dilaksanakan sejak lama dan berdampak positif.


Bimbingan teknis tentang penemuan dan pemecahan masalah hukum ini dititikberatkan pada subjek hukum dan objek hukum. Diharapkan hasilnya nanti dapat mengurangi disparitas dalam penentuan subjek hukum dan objek hukum dalam sengketa tata usaha negara. Selain itu juga akan dibahas mengenai sengketa informasi sehingga terwujud satu persepsi dalam menangani sengketanya.


Dalam pengarahannya, Hakim Agung RI Bapak H. Yulius Rivai, S.H.,M.H. menyatkan bahwa kebenaran itu bukan milik satu orang saja karena itu dalam berdiskusi agar berbesar hati menerima perbedaan dan pendapat orang lain. Apabila sesuatu hal sudah disepakati maka kesepakatan tersebut agar tidak dikesampingkan dan tetap mempertahakankan pendapat pribadi sepulang dari bimbingan ini karena hal itu berarti kegiatan ini akan mubazir.  Sebagai seorang hakim haruslah memiliki sifat kesatria, meskipun pendapat pribadi tidak diterima maka apabila sudah menjadi keputusan bersama maka harus ditaati dalam pesannya beliau menghimbau agar para peserta aktif sehingga akan memperkaya wawasan bagi semua. Sebagai hakim TUN tidak saja dikenal sebagai hakim yang kompak dalam hal berkumpul akan tetapi juga kompak dalam berbagi ilmu.

 

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta