Jumat, 22 Juni 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2014-04-28 15:19:34
Ujian terbuka disertasi Bapak Istiwibowo, S.H.,M.H. di Universitas Hasanuddin Makassar

Makassar, 24 April 2014. Pada hari Kamis, jam 10.00 WIB. Program Pascasarjana Universitas Makassar menggelar ujian terbuka disertasi Bapak Istiwibowo, S.H.,M.H., Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta. Dalam ujian tersebut, kandidat Program Doktor Ilmu hukum membawakan disertasi berjudul "Tanggung Jawab Pejabat Pemerintah Dalam Pelaksanaan Putusan Peradilan Tata Usaha Negara".

Promotor disertasi adalah Prof. Dr. Achmad Ruslan, S.H.,M.H. dan co-promotor masing-masing Prof. Dr. Syamsul Bachri, S.H.,M.S. dan Prof. Dr. Marwati Riza, S.M.,.Si. Tim penguji dari Univeritas Hasanuddin terdiri dari Prof. Dr. M. Yunus Wahid, S.H.,M.H., Prof. Dr. Abdul Razak, S.H.,M.H., Prof. Dr. Aminuddin Ilmar, S.H.,M.H., Dr. Anshori Ilyas, S.H.,M.H., serta penguji eksternal dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabayaa Dr. Sukardi, S.H.,M.H.     

Dalam presentasi disertasinya, Bapak Istiwibowo antara lain mengungkapkan bahwa tanggung jawab pejabat tata usaha negara yang tidak melaksanakan putusan Peradilan TUN ada dua yaitu tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab jabatan. Model pelaksanaan putusan Peradilan TUN yang ideal yaitu adanya peraturan tentang besaran uang paksa dan/atau sanksi administrasi terhadap pejabat yang tidak mau melaksanakan putusan Peradilan TUN. Diperlukan juga adanya sanksi pidana bagi pejabat TUN yang tidak melaksanakan putusan Peradilan TUN karena termasuk perbuatan contempt of court.  

Dalam ujian tersebut, Bapak Istiwibowo dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dalam ilmu hukum dengan predikat sangat memuaskan.

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta