Selasa, 23 Oktober 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2015-01-15 12:21:24
Peringatan Hari Ulang Tahun Peradilan TUN ke-24 Tanggal 14 Januari 2015 Di Pengadilan TUN Jakarta

Jakarta, 14 Januari 2015. Peradilan TUN pada hari ini, Rabu, tanggal 14 Januari 2015 telah memasuki usia yang ke-24. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun tersebut Keluarga Besar Peradilan TUN untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya mengadakan acara secara sederhana yang dilangsungkan di kantor Pengadilan TUN Jakarta, di Pulo Gebang, Jakarta Timur. Acara dihadiri oleh Ketua Kamar TUN Mahkamah Agung RI Bapak Hakim Agung Dr. H. Imam Soebechi, S.H.,M.H. beserta Bapak-Bapak Hakim Agung Kamar TUN lainnya yaitu Bapak Dr. H. Supandi, S.H.,M.Hum., Bapak Dr. H.M. Hary Djatmiko, S.H.,M.S., Bapak H. Yulius, S.H.,M.H., dan Bapak Is Sudaryono, S.H.,M.H. Hadir pula Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta Bapak Dr. Istiwibowo, S.H.,M.H., Wakil Ketua Bapak H. Bambang Edy Sutanto Soedewo, S.H.,M,.H. dan juga para hakim tinggi Pengadilan Tinggi TUN Jakarta. Sedangkan untuk pengadilan tingkat pertama hadir Ketua Pengadilan TUN Bandung Ibu Lulik Tri Cahyaningrum, S.H.,M.H., Ketua PTUN Serang Bapak H. Bambang Heriyanto, S.H.,M.H., dan juga tentunya Ketua PTUN Jakarta Bapak H. Hendro Puspito, S.H.,M.Hum. selaku ketua penyelenggara. Selain para hakim, para pejabat dan pegawai di Lingkungan Pengadilan Tinggi TUN Jakarta maupun Pengadilan TUN Jakarta, Pengadilan TUN Bandung, dan Pengadilan TUN Serang, hadir juga para pejabat dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Militer dan TUN Mahkamah Agung, dan para purna bhakti baik purna bhakti hakim agung maupun hakim tinggi. Tema dalam acara menyambut HUT Peratun saat ini adalah “Menuju Peradilan Tata Usaha Negara yang modern”.

Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta menyampaikan bahwa peringatan hari ulang tahun terkait dengan dua hal utama yaitu ucapan syukur dan evaluasi. Ucapan syukur dipanjatkan atas pencapaian selama ini dalam melaksanakan tugas sebagai salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman yang melayani masyarakat, target-target yang telah tercapai, dan mampu menyelesaikan segala hambatan dan tugas dengan baik. Evaluasi diperlukan untuk mengukur capaian kinerja yang telah dilakukan, serta melakukan instrospeksi terhadap diri masing-masing. Masih banyak pekerjaan rumah yang belum dilakukan, seperti membangun peradilan modern yang berbasiskan teknologi informasi sebagaimana tema pada perayaan HUT Peratun saat ini. Penggunaan teknologi informasi perlu ditingkatkan terutama yang menyangkut sumber daya manusia. Program SIAD-PTUN masih perlu ditingkatkan.

Membangun peradilan modern yang berbasiskan teknologi bukanlah tujuan utama karena hal itu hanyalah sarana atau alat untuk mencapai tujuan utama yaitu peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui percepatan penanganan perkara demi merealisasikan asas peradilan yang cepat, sederhana, dan biaya ringan. Kita perlu apresiasi langkah adanya one day service dan one day publish  sebagaimana telah dilakukan di Pengadilan TUN Jakarta dan Pengadilan TUN Serang. Diharapkan hal tersebut akan diikuti oleh Pengadilan TUN lainnya. Berkaitan dengan telah diundangkannya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, agar Pengadilan TUN siap melaksanakan tugas dan kewenangannya serta berhati-hati dalam menanganinya karena ada titik singgung dengan unsur pidana.

Ketua Kamar TUN Mahkamah Agung RI, Bapak Dr. Imam Soebechi, S.H.,M.H. dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan Peratun semakin hari semakin berat terlebih adanya tugas penting sehubungan dengan telah diundangkannya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014, namun demikian harus tetap semangat dan meningkatkan diri. Peringatan HUT Peratun saat ini memang sifatnya lokal, akan tetapi nanti pada tahun depan bertepatan dengan peringatan yang ke-25 atau seperempat abad akan dilakukan secara nasional. Dalam hal adanya seleksi calon hakim agung Mahkamah Agung tidak mengusulkan akan tetapi mendorong kepada para hakim tinggi yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi yang diadakan, apalagi untuk kamar TUN pada tahun ini dibutuhkan dua hakim agung. Dalam pesannya beliau menyatakan agar kebersamaan tetap dijaga sebagaimana telah diamanatkan oleh para pendahulu Peratun. Sehubungan dengan telah adanya perbaikan penghasilan baik untuk para hakim maupun pegawai maka diharapkan agar semuanya bisa bekerja dengan lebih tenang dan menghasilkan putusan yang lebih berbobot.

Dalam acara ini diperdengarkan juga lagu hymne dan mars Peratun, serta lagu hymne khusus Pengadilan TUN Jakarta yang dinyanyikan oleh paduan suara Pengadilan TUN Jakartaa. Rangkaian acara HUT Peratun ini diakhiri dengan melakukan ziarah ke makam para pendahulu Peratun seperti ke makam alm. Bapak Indroharto, alm. Bapak Olden Bidara, dan alm. Bapak Prof.Dr. Paulus Effendi Lotulung.

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta