Senin, 23 Juli 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2016-02-16 08:07:18
Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Bapak Dr. Kadar Slamet, S.H.,M.Hum. sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta

Jakarta, Kamis, 11 Februari 2016. Pada hari ini Pengadilan Tinggi TUN Jakarta telah menyelenggarakan acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta Bapak Dr. Kadar Slamet, S.H.M.Hum.  Acara diselenggarakan di Aula Pengadilan Tinggi TUN Jakarta dengan dihadiri oleh para hakim tinggi dan pegawai Pengadilan Tinggi TUN Jakarta serta para undangan yang antara lain bapak dan ibu purnabhakti ketua dan hakim tinggi, para ibu Dharmayuktikarini, pejabat Eselon II Mahkamah Agung RI., pejabat Dirjen Miltun maupun di Badan Pengawas MA RI. dan para ketua, hakim, dan pejabat struktural PTUN sewilayah Pengadilan Tinggi TUN Jakarta.

Bapak Dr. Kadar Slamet, S.H.M.Hum. menggantikan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta yang lama yaitu Bapak H. Bambang Edy Sutanto Soedewo, S.H.,M.H. yang sekarang menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi TUN Medan. Sebelum menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta, Bapak Dr. Kadar Slamet, S.H.M.Hum. menjabat sebagai Hakim Utama/Inspektur Wilayah I pada Badan Pengawas Mahkamah Agung RI.

Acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Bpk. Dr. Istiwibowo, S.H, M.H., dengan saksi yaitu Bapak H.M. Arif Nurdu`a, S.H.,M.H. dan Ibu Nurnaeni Manurung, S.H.,M.Hum.,  hakim tinggi Pengadilan Tinggi TUN Jakarta.

Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta, Bapak Dr. Istiwibowo, S.H.,M.H. menyampaikan bahwa dengan acara pelantikan ini maka kekosongan jabatan wakil ketua di Pengadilan Tinggi TUN Jakarta selama ini sudah terisi. Harapannya kinerja di Pengadilan Tinggi TUN Jakarta menjadi lebih meningkat lagi, terlebih beliau sudah berpengalaman dalam bidang pengawasan dan tugas beliau adalah sebagai koordinator di bidang pengawasan baik internal maupun pengawasan di satker sewilayah Pengadilan Tinggi TUN Jakarta. Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta menyampaikan bahwa acara pelantikan bukan sekedar acara seremonial belaka melainkan mengandung makna yang lebih mendalam lagi yaitu merupakan sebuah pengukuhan dari negara terhadap tugas dan amanat yang telah dipercayakan kepada pejabat yang dilantik. Oleh karena itu harus diterima dengan penuh tanggung jawab, iklas, profesional, disertai dengan integritas. Terlebih lagi dengan telah ditandatanganinya Pakta Integritas dimana integritas pada hakekatnya adalah satu antara yang diucapkan dengan yang dilakukan. Hal tersebut akan berdampak pada kepercayaan bagi yang dipimpin. Konsep pimpinan menurut Ki Hajar Dewantoro yaitu pimpinan harus memiliki sifat “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani yang berarti di depan menjadi teladan (leading), di tengah-tengah yang dipimpin memberi inspirasi (inspiring), dari belakang membeikan dorongan atau motivasi untuk mengembangkan talenta dan potensi (motivating).

Lebih lanjut Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta menyampaikan bahwa hal yang harus dikerjakan bersama adalah terkait dengan reformasi birokrasi di Lingkungan Mahkamah Agung RI dan jajarannya termasuk Pengadilan Tinggi TUN Jakarta. Dengan telah diraihnya sertifikasi ISO 9001:2008 maka Pengadilan Tinggi TUN Jakarta telah diakui memiliki manajemen mutu yang bertaraf intenasional di bidang pelayanan publik dalam hal ini pelayanan kepada pencari keadilan dan pengguna pengadilan dengan mengutamakan kepuasan, bahkan melampaui ekpektasi. Untuk itu maka hal tersebut harus dapat dipertahankan. Sebagai koordinator pengawasan harus senantiasa mengawasi, memastikan bahwa SOP dan standar mutu yang sesuai dengan kebiajkan mutu harus dilaksanakan di semua lini/bagian di Pengadilan Tinggi TUN Jakarta karena ada audit ekternal dari pemberi sertifikasi, dan ada resiko sanksi apabila tdak dlaksanakan standar mutu yang telah ditetapkan dalam SOP. Reformasi birokrasi tidak pernah mengenal kata berhenti, sukses bukan suatu tujuan tetapi suatu perjalanan. Ke depan nantinya ada target yang ingin dicapai yaitu wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi yang bersih dan melayani.

Pada akhirnya Bapak Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta menyampaikan selamat dan sukses atas pelantikannya sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta baik atas nama keluarga besar Pengadilan Tinggi TUN Jakarta maupun atas nama pribadi, dan bersama-sama dapat mengemban tugas yang diamanatkan oleh negara serta menjalankan tugas-tugas lainnya seperti membina Dharmayuktikarini, IKAHI, IPASPI, PTWP, dan Koperasi, agar semua dapat berjalan dengan baik.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat oleh seluruh hadirin yang hadir dilanjutkan dengan ramah tamah.

 

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta