Jumat, 20 Oktober 2017  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2017-05-26 16:43:04
Rapat Rutin Bulanan PTTUN Jakarta

Tepat pukul 09.00 Pagi, Ketua Pengadilan Tinggi membuka rapat yang sejatinya diadakan setiap bulannya. Agenda rapat kali ini adalah membahas tentang kendala yang dihadapi ataupun mendengar masukan dan pendapat dari masing-masing unit.

Sekaligus sosialisasi mengenai Aplikasi Pelaporan SIWAS yang dihadiri Hakim Tinggi dan Panitera Muda Hukum PTTUN Jakarta. Tidak lupa informasi dan apresiasi atas penghargaan yang berhasil diraih yaitu mendapatkan predikat terbaik No 1 untuk pemberkasan Kasasi dan PK.

Pa Ketua sendiri praktis hanya membuka acara rapat rutin bulanan yang nantinya acara rapat akan dipandu oleh Pak Wakil Ketua. Hanya pesan beliau sebelum rapat dimulai adalah Kita dituntut untuk terus berinovasi dan berubah ke arah yang lebih baik sebab tidak ada yang kekal kecuali perubahan itu sendiri.

Acara selanjutnya diserahkan kepada Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta, setidaknya dari bagian Panitera Muda Hukum bertanya mengenai pemberkasan perkara yang hendak di jadikan satu ruangan dan juga mengenai perawatan terutama untuk berkas-berkas yang sudah “berumur”. Pa Wakil sendiri menyatakan bahwa berkas perkara itu berkas Negara dan harus dirawat serta disimpan sebaik mungkin. Mengenai perawatan yang masih terkendala baiknya kita harus koordinasikan dengan bagian kesekretariatan hal ini tentunyaterkait juga dengan ketersediaan anggaran dan dana kantor.

Salah satu Hakim Tinggi memberikan masukkan agar atas pencapaian prestasi yang telah diraih diberikan apresiasi khusus terhadap petugas yang berperan serta dalam meraih penghargaan ini. Ini untuk memacu semangat dan kreativitas petugas untuk terus memberikan pelayan yang berkualitas kepada masyarakat luas.

Selaku moderator acara pak Wakil Ketua sependapat untuk meberikan apresiasi, tetapi untuk hari ini hanya sebatas apreasiasi terimakasih saja terlebih dahulu. Mengapa demikian?  Menurut beliau kedepannya Remunerasi yang diberikan kepada pegawai sesuai dengan kinerja dan kontribusi yang diberikan. Artinya kualitas kepuasan pelayanan masyarakat yang menjadi tolak ukurnya. Sehingga remunerasi yang diterima masing – masing pegawai akan berbeda sesuai dengan kontribusinya.  Hal ini yang sedang di bahas di Mahkamah Agung. Meskipun saat ini tidak dapat kita pungkiri kontribusi yang  paling terlihat adalah kedisplinan dalam kehadiran jam kerja bukan kualitasnya.

Mengenai permasalahan dibeberapa unit yang masih mengeluhkan kurangnya Alat Tulis Kantor, harus segera dibuatkan data base kebutuhan agar kekurangan yang terjadi dapat ditangani segera. Sementara untuk perlengkapan eletronik yang masih dibutuhkan seperti Komputer dan laptop, dibuatkan juga analisa perhitungan kebutuhannya sehingga kita dapat mengajukan permohonan ini ke tingkat lebih tinggi.

Sementara itu salah satu Hakim Tinggi memberikan masukkannya, berdasarkan ISO yang ia tahu, “ Catat apa yang dikerjakan dan Kerjakan apa dicatat.” Harusnya memang ini yang menjadi acuan kita jangan hanya mengeluh kekurangan sesuatu yang menjadi alasan untuk tidak dapat memberikan pelayanan maksimal. Bahkan kalau memang dirasa kantor masih terkendala dengan lambat dalam memberikan penyelesaian, tangggulangi sendiri dahulu agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tidak terganggu. Kalau Laptop masih harus menunggu dari tingkat yang lebih tinggi, tidak ada salahnya untuk menggunakan Laptop pribadi untuk bekerja sementara ini. Intinya lakukan segala sesuatunya yang terbaik demi pelayanan yang berkualitas terhadap masyarakat pencari keadilan.

Terakhir sebelum menutup rapat hari ini, Wakil Ketua juga menjelaskan aplikasi SIWAS (Sistem Informasi Pengawasan) yang menjelaskan siapapun dapat melaporkan kesalahan dan kelakuan aparat penegak hukum (terutama yang bekerja dalam lingkup peradilan) dan aplikasi SIWAS ini langsung masuk meja Ketua Badan Pengawasan.

SIWAS dimunculkan agar terciptanya Whistle Blowing System yang berimbang, tidak hanya dari dalam tetapi dari luar. Terobosan – terobosan ini dilakukan agar Mahkamah Agung dan seluruh jajaran peradilan dibawahnya dapat berjalan sesuai visinya yaitu Mewujudkan Badan Peradilan yang Agung.  (kg)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta