Selasa, 21 Agustus 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2018-06-12 10:09:12
Upacara Bendera dalam Rangka Memperingati Hari Lahir Pancasila.


 

Jakarta, 01 Juni 2018. Tepat pukul 08.00 WIB seluruh pegawai  sudah memenuhi lapangan parkir untuk bersiap-siap melaksanakan Upacara Kenaikan Bendera dalam rangka Hari Lahir Pancasila. Sudah 2 tahun berturut-turut  pelaksanaan Upacara kenaikan bendera rutin dilaksanakan meskipun pada tanggal  1 Juni ditetapkan sebagai  hari libur nasional.  Tetapi seluruh pegawai  harus hadir tidak perduli apakah sedang melaksanakan cuti, selama masih berada di sekitaran Jakarta dan mampu  untuk mengikuti upacara sedapat mungkin harus hadir  mengikuti upacara.

Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara  Bapak Istiwibowo, SH, MH yang memimpin langsung jalannya peringatan hari Lahir Pancasila. Tidak lebih dari 2 jam Upacara sudah rampunng beliau sendiri selalu menyempatkan hadir dan memimpin langsung upacara bendera.Setelah semua barisan rapi, upacara berlangsung, bendera dinaikkan  selaku Ketua Bapak Istiwibowo membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia. Beberapa point yang menjadi catatan adalah bahwa Pancasila itu sendiri adalah sebuah berkah yang indah diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia. Pancasila sendiri diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 yang kemudian dituangkan ke dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final tanggal 18 Agustus 1945.


 

Poin lainnya adalah Pancasila sebagai pemersatu segala perbedaan juga berperan sebagai falsafaf dan dasar negara yang kokoh yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat adil dan makmur. Dan dengan memperingati hari lahir Pancasila kembali semangat kita diteguhkan untuk bersatu, berbagi dan berprestasi yang bertepatan pula negara kita dinobatkan menjadi tuan rumah penyelanggaraan Asian Games.

Indonesia adalah bangsa yang besar yang terdiri atas 714 suku dengan lebih 1100 bahasa lokal dan hdiup di lebih 17.000 pulau. Semangat menjaga persatuan dan kesatuan harus selalu dibangun dalam menuju upaya kita menjadi bangsa yang kuat, besar dan menjadi bangsa pemimpin.

Terakhir dalam sambutan Presiden RI yang dibacakan oleh Pak Ketua, negara manapun didunia ini akan selalu berproses menjadi masyarakat yang bineka dan majemuk. Seringkali kemajemukan itu juga dibayang-bayangi oleh resiko intoleransi. Ketidakbersatuan dan ketidak gotongroyongan. Sudah saatnya kita bebagi pengalaman dalam ber-Bhineka Tunggal Ika, dalam bertoleransi serta dalam membangun persatuan dan kebersamaan. Sudah saatnya kita berbagi pengalaman dalam mengamalkan nilai-nila luhir Pancasila untuk ikut dalam  melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.



 

Semangat bersatu, berbagi dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa Indonesia menuju negara yang maju dan jaya. Demikian Ketua Pengadilan Tinggi TUN menyudahi pembacaan sambutan hari lahir Pancasila.

Tidak lama berselang upacara pun selesai, para pegawai dapat kembali memaknai Pancasila dengan cara sederhana yaitu menikmati satu hari libur dan berkumpul bersama keluarga.

Jayalah bangsaku, Jayalah Peradilan Tata Usaha Negara

 

 

 

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta