Berita Peradilan > Sosialisasi Pencegahan & Penyalahgunaan Narkoba Sekaligus Pelaksanaan Tes Urine.


 

Dan hari ini, kantor Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta yang terletak di daerah Cikini Raya, dadakan diadakan pemeriksaan Narkoba kepada semua pegawai yang hadir.

Dalam Sambutan Pembukaan, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi TUN Jakarta, Bapak DR. Kadar Slamet, SH, MHum   menyatakan bahwa hari ini kita berkumpul untuk melaksanakan pencegahan dan penyalagunaan Narkoba sekaligus pelaksanaan tes urine. Tujuannya agar kita semua mengetahui lebih jelas dan  bebas dari Narkoba. 

Semua rangakaian rencana dan kegiatan aksi hari ini sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam Inpres No 6.  

Setidaknya ada sekitar 1,7 persen atau kisaran  3 jutaan penduduk sudah terpapar Narkoba. Bahkan PNS yang terkena Narkoba sekitar 289 orang sudah menjalani hukuman. Pengadilan Tinggi TUN sendiri setidaknya akan melaksanakan tes urine untuk 60 orang Aparatur Sipil Negara. 

 

Acara Sosialisasi dilanjutkan dengan Paparan dari  KBP. Ricky Yanuarfi, SH. MSI. KASUBDIT LINGJAMAS, BNN.

Dalam paparan yang disampaikan perkembangan penyalahgunaan Narkotika sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan, meskipun terdapat penurunan tetapi dalam temuan dan bukti tangkapan masih terdapat peningkatan (aneh memang) dan seperti efek gunung es, terlihat kecil diatas, sementara dibawah sangat banyak.

Penyalahgunaan Narkotika sendiri sudah menjadi sesuatu yang sering terjadi dan menjadi sesuatu yang dianggap biasa. Ditemukan setidaknya  899 New Psikoaktif,  ini serupa dengan jenis-jenis yang dapat membuat adiktif (kecanduan) dan sudah masuk ke Indonesia sekitar 74 jenis.  Dan masih ada 6 jenis yang belum teridentifikasi sehingga ketika ditangkap tidak dapat diproses lebih lanjut.



  

KBP. Ricky Yanuarfi  menjelaskan bahwa untuk memghancurkan sebuah bangsa tidak perlu tentara yang banyak, infanteri yang hebat dan sejenisnya, kirim saja Narkoba, tunggu beberapa tahun ke depannya. Generasi muda akan hancur berantakan karena ketergantungan Narkotika.

Peserta Sosialisasi yang hadir diajak KBP. Ricky Yanuarfi  untuk berhitung bisnis usaha Shabu yang menjanjikan. Shabu yang  masuk ke Indonesia 1 ton pertahunnya. Data per Februari 2018, setidaknya masuk 1.5 ton dari China. Dan sekitar 80 persen Narkoba masuk lewat jalur laut. 

Faktanya pecandu yang paling junior 8 tahun ditemukan di Sumatera Utara. 

Maka dari itu diperlukan  inisiatif untuk melakukan pemeriksaan kepada anak hingga pasangan. Kalau ditemukan botol mineral dengan 2 lobang baik diatas atau disamping dan ada pipetnya lalu ada korek api, bisa dipastikan 90 % itu adalah bong dan sudah melakukan kegiatan nyabu (sebutan untk kegiatan shabu).

Dampak dari Nyabu sendiri sebagai contoh ketika Nyabu hari Sabtu maka seseorang dapat bertahan beraktivitas dan tidak  tidur hingga  hari Selasa. 

Bahkan di Surabaya ada pemuka agama yang menyebarkan shabu ke jemaatnya,  demikian juga di Aceh melakukan aktivitas menjual  shabu. Jadi pengedar dan pengguna tidak dapat dilihat dari tampilan fisiknya



 

Bahkan fakta menyedihkan bahwa hampir 60 persen kendali Narkoba ada di Lembaga Permasyarakatan. Roy Marten bahkan pernah berujar diluar LP butuh waktu 10 jam untuk mendapatkan Narkotika sementara ketika di LP hanya butuh waktu 20 menit.

Saat ini Presdien sudah mengeluarkan Inpres No 6,  yang menjadi dasar setiap kementrian dan instansi untuk berbenah dan bergerak. Nah, baru terbuka permasalahan Narkoba tidak hanya kerja BNN tapi harus dimulai dari kepedulian masing-masing internal instansi. 

Untuk mencegah perkembangan sebaran penggunaan Narkotika, diperlukan pengamatan dan perhatian kita untuk lebih perduli kepada keadaan dan lingkungan sekitar. Seperti pola perilaku yang berubah dikeluarga, bisa kita baca/perhatikan (khawatir ada penyalahgunaan Narkoba). contoh saja. Suami pulang kerja langsung tidur, akhir akhir ini pulang langsung cuci mobil, cuci baju dll. Cek dulu jangan-jangan stimulan Narkoba yang bekerja. 

Yang digandrungi generasi muda, eksekutif adalah shabu. Jam 4.20 adalah waktu yang nikmat menggunakan Narkoba. Bahasa sandi para pengguna adalah 4.20.

Ending dari Narkoba ini adalah Free Sex, 10 penyalahguna Narkoba, 8 orang sudah dipastikan permah melakukan seks bebas. Bahkan data dari 15 juta pelajar, hampir 2,2 juta sudah terpapar Narkoba. 

 

Beberapa jenis Narkotika yang sering digunakan mulai dari Dextro, biasanya pelajar yang mengkonsumnya, lanjut ke Ramadol dan beberapa meracik campuran dari Obat sakit kepala yamg dicampur bodrek dicampur dengan komiks dan dicampur dengan spiritus (ada-ada saja) dan terakhir yang paling populer adalah lem aibon, hampir 12 persen menggunakan lem aibon.

Biang kriminal dari semua permasalahan ada di Narkoba. Jadi ada analogi yang disampaikan KBP. Ricky Yanuarfi,  dosa besar mana yang dipilih jika disediakan,

1. Membunuh,

2. Memperkosa,

3. Narkoba.

Dan hampir 90 persen manusia normal mengatakan Narkoba adalah dosa ringan yamg kebanyakan dipilih ketimbang membunuh dan memperkosa. Padahal, dengan kecanduan Narkoba, akan mampu membuat seseorang melakukan pembunuhan dan pemerkosaan. 

 

Masih mau bermain-main dengan Narkotika, sebaiknya jangan, bahkan berfikir untuk mencobanya pun hapus segera pikiran itu kawan. Sekali engkau terlibat maka akan sulit untuk keluar dari lingkaran kesulitan yang dibuatnya.

Jauhi Narkoba lebih baik Berolahraga.