Berita Peradilan > Pelantikan Ketua PTUN Bandung Dan PTUN Serang




Jakarta 12 Mei 2020, Waktu menunjukkan pukul 10.00 wib, aula Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta sudah dihadiri oleh beberapa pejabat  dan panitia pelantikan, selaku Pengadilan Tinggi Tingkat Banding yang membawahi beberapa pengadilan tingkat pertama seperti wilayah Jakarta, Bandung dan Serang serta seluruh Kalimantan, hari ini dilaksanakan pelantikan setelah sebelumnya berdasarkan SK Dirjen Badimiltun yang mengadakan rotasi seluruh hakim.

 

Kapasitas Aula Pengadilan Tinggi TUN sendiri kurang lebih mampu menampung sekitar 50-70 orang, praktis karena keadaan Covid 19 dan dilaksanakannya Social Distancing maka hanya diisi tidak lebih dari 20 orang saja. Itupun sudah termasuk petugas dan pejabat yang dilantik. 


Pak Herry Wibawa, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung harus melaksanakan tugas baru menjabat Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara Serang yang saat ini kosong karena ketua sebelumnya sudah memasuki masa purna bhakti. Sementara untuk menggantikan posisi Ketua yang beliau tinggalkan di PTUN Bandung, Bapak H. Andri Mosepa, S.H, M.H. melepas jabatan sebagai Ketua PTUN Yogyakarta.

Dalam pesan pelantikan sambutan, Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta, Bapak Sulistyo, S.H., M.Hum memberikan penegasan terhadap beberapa hal.

ü  Situasi Corona yang ada membuat tugas berat sudah menunggu di tempat kerja yang baru. Tetap semangat dalam memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat pencari keadilan.

ü  Aparatur Mahkamah Agung Republik Indonesia berbeda dengan Kementrian dan Lembaga yang lain. Kita tidak ada pengurangan pekerjaan atau libur. Tetap terus hadir dan melayani para pencari keadilan. DAlam hal ini bahkan kita dilarang untuk cuti. 

ü  Memang saat ini kita bekerja tidak setiap hari di kantor  tapi keberadaan  kita harus disekitar kantor karena sewaktu diperlukan harus bisa hadir dan menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Sehingga fungsi  peradilan dapat berjalan dengan baik.

ü  Saat ini Pengadilan TUN Serang bersiap untuk  memperoleh predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) sementara Pengadilan TUN Bandung masih berusaha mendapatkan predikat Wilayah Bebas Dari Korupsi (WBK), jadi selepas pelantikan dari sini tidak bisa bersantai-santai tetapi pekerjaan besar sudah menanti. Kita sudah harus bekerja dengan keras untuk memenuhi dan mencapai itu.

ü  Menjadi Pemimpin adalah tugas yang sangat berat, bekerja dari atas dan dari bawah. Ke bawah harus memiliki sikap tegas sementara untuk keatas siap menerima dan ditunjuk (bertanggungjawab) jika terjadi kesalahan. Dan menjadi seorang pemimpin di pengadilan yang dihadapi sangat banyak, sebut saja mulai dari Panitera, Panitera Pengganti (PP) dan lainnya, jika ada salah satu yang mangkir saja maka ketua yang sulit. Ketua dituntut  harus tegas dan memperhatikan dasar hukum dan aturan yang terkait dan berlaku. 

 

Terakhir menutup kata sambutannya Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta berpesan kepada Ketua baru yang dilantik, mudah-mudahan dapat memajukan PTUN Bandung dan PTUN Serang. Ketua sendiri sangat yakin  kedua Ketua baru mampu karena sudah memiliki banyak pengalaman memimpin di tempat sebelumnya. 

 

Dalam pelantikan yang dilaksanakan serba dalam keterbatasan dan tidak boleh berlama-lama, beliau berterimakasih kepada semua pihak yang sudah hadir dan membantu terlaksananya prosesi acara pelantikan ini, juga kepada tokoh agama hadir mengambil sumpah kepada masing-masing ketua baru.

 

Dan tidak mengurangi kesakralan pelantikan yang  ada meskipun tidak dihadiri oleh ibu dan pasangan yang mendampingi. 

 

Acara ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan bersama, selesai dan semua kembali ke bagian masing-masing melaksanakan tugasnya,



Maju Terus Peradilan Tata Usaha Negara Jakarta.