Minggu, 21 Januari 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2011-02-21 08:40:18
KEADILAN DIMULAI DARI PROSES HUKUM YANG BENAR !

Jakarta - pmit, "Keadilan dimulai dari Proses Hukum yang Benar!" Hal ini ditegaskan oleh Ketua MA, Dr. Harifin A Tumpa, SH., MH dalam acara syukuran peresmian gedung kantor pengadilan negeri kelas I A Tanjungkarang dan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada Kamis, 17 Februari 2011. "Kalau berbicara keadilan maka tak bisa dilepaskan dari hukum".

Acara ini dihadiri oleh Wakil Ketua MA Bidang Yudisial, para Ketua Muda,para Hakim Agung, Gubernur Lampung dan unsur Muspida, Danrem, Para Ketua Pengadilan Negeri se-Bandar Lampung, dan para undangan lainnya. Dalam sambutannya Ketua MA mengaku prihatin atas peristiwa kekerasan yang mendompleng isu SARA belakangan ini. Menurutnya ada beberapa kemungkinan yang memicu peristiwa tersebut. "Kemungkinan Pertama adalah kelompok/ seseorang merasa paling benar. Boleh saja menyatakan bahwa kelompok lain tidak sebaik kelompoknya, yang tidak boleh adalah melakukan tindakan anarkis terhadap kelompok tersebut. Kemungkinan kedua merujuk pada ketidakmampuan pemerintah dalam menyelesaikan masalah, boleh saja menganggap begitu yang tidak boleh adalah menghakimi dan main hakim sendiri. Kemungkinan selanjutnya adalah memaksakan rasa keadilan pribadi. Seperti kasus yang terjadi di Temanggung, karena massa tidak merasa puas makan massa memaksakan rasa keadilannya dengan caranya sendiri. Tindakan tersebut sangat berbahaya bagi penegakan hukum. Hukum dan keadilan adalah suatu rangkaian. Adil tidak bisa dibicarakan tanpa menyentuh ranah hukum. Kalau dibicarakan terpisah, maka masyarakat akan membenturkan kepastian hukum dan keadilan. Rasa adil tercipta melalui proses hukum yg benar!".

Sarana dan prasarana bukanlah satu - satunya hal utama dalam menciptakan keadilan di masyarakat. Ada unsur hukum, penegak hukum, budaya, dan masyarakat. Diharapkan dengan pembangunan gedung baru pengadilan negeri I A Tanjungkarang akan mampu memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat.

Sementara dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ketua MA berpesan untuk meneladani Rasulullah. "Rasulullah adalah sebaik - baik hakim" ungkapnya. "Yang harus diingat dari wasiat Nabi Muhammad SAW adalah janganlah kamu menjadi pemarah, itu sebabnya kalau seseorang menjadi pemarah akan lebih mudah melakukan kekerasan. Itu sebabnya penting bagi kita untuk meneladani sikap dan perkataan Rasulullah" ujarnya mantap.

Ke depannya ketua MA berharap, kemegahan Gedung PN Tanjungkarang tak hanya sekedar tampilan fisiknya saja yang megah, namun juga menampilkan putusan - putusan yang megah, putusan - putusan hakim adalah mahkota hakim yg harus dipelihara, dijunjung, dan dilaksanakan.(Humas/ats)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta