Rabu, 17 Januari 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2011-03-17 11:36:47
SESI PANEL VI ACCESS TO JUSTICE FOR CHILDREN & YOUTH

BOGOR - PMIT. Setelah beristirahat dan bersantap siang, para Peserta Konperensi Regional Asia Pasifik IACA mengikuti Diskusi panel ke - 6 yang berjudul "ACCESS TO JUSTICE FOR CHILDREN & YOUTH", dengan pembicara Angie bamgbose dari Solomon islands, Diah Suastri Dewi,SH dari Indonesia, Bruce Didimas dari Papua New Guinea, Dan Mr.Vibol Op dari Cambodia.

Pada Awal Diskusi panel,Angie bambose, delegasi yang berasal dari solomon islands menyampaikan presentasinya "CHILDREN And YOUTH IN CONFLICT WITH THE LAW" dan menceritakan mengenai keadaan anak - anak dan anak muda di solomon island sekarang ini memiliki potensi yang tinggi untuk berurusan dengan perbuatan kriminal,oleh karena itu, perlu diadakan perlindungan terhadap mereka ketika harus bekerja di dalam masyarakat. Perlindungan tersebut dapat dilakukan dengan memakai sistem hukum formal, dan sistem hukum tradisional. Akan tetapi,masih terdapat faktor - faktor penghambat harus dihadapi, diantaranya faktor kurangnya sumber daya manusia, kurangnya kapasitas yg diberikan oleh pihak pemerintah dan RSIPF, komunikasi dan logistik,dan kurangnya data yang tersedia. Hal tersebut di atasi dengan cara - cara seperti : membangun hubungan erat antara pemerintah dan sektor NGO, mendata komunitas yang membutuhkan perubahan,dan juga membangun team. 

Selanjutnya delegasi dari Papua new guinea, Bruce Didimas memaparkan bahwa sistem keadilan yang dipakai PNG saat ini adalah sistem keadilan Pengadilan Desa yang meliputi : Kriminal, Sipil, Mediasi, Preventif, dan Join Sitting.

Dan terakhir delegasi yang berasal dari Cambodia, Mr. Vibol Op menceritakan mengenai Terminologi hukum tindak pidana anak di Cambodia. Disebutkan bahwa kebanyakan dari anak - anak yang melakukan tindak pidana di Cambodia kebanyakan adalah laki - laki berusia 14 tahun sampai dengan 17 tahun, Drop out dari sekolah, dan berasal dari keluarga kurang mampu. Sampai saat ini, Cambodia belum mempunyai UU khusus yang mengatur tentang tindak pidana Anak sehingga keputusan bisa diambil dari keputusan Hakim dan pemidanaan alternatif. (source - HUMAS MARI)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta