Minggu, 15 Juli 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2011-03-22 10:02:09
KUNJUNGAN KERJA DELEGASI FEDERAL COURT OF AUSTRALIA

Jakarta - PMIT. Setelah menyelenggarakan Konferensi Regional Asia Pasifik pertama International Association for Court Administration (IACA) di Novotel, Bogor minggu lalu, maka kali ini Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) kembali menjami tamu internasional. Pagi ini, senin 21 Maret 2011, Ketua Mahkamah Agung menerima delegasi Federal Court of Australia (FCA) yang terdiri dari Hakim Agung Michael Moore, CEO/Registrar Warwick Soden dan Registrar FCA Melbourne Sia Lagos dalam courtesy call di ruang rapat Ketua Mahkamah Agung RI, di gedung Mahkamah Agung, Jl Medan Merdeka Utara. Dalam courtesy call ini ketua Mahkamah Agung didampingi oleh Wakil Ketua Yudisial, Abdul Kadir Mappong, SH dan Wakil Ketua Non Yudisial, DR Ahmad Kamil, SH, MH, Ketua Ketua Tim Pembaruan MARI Prof DR Paulus E Lotulung, dan Wakil Ketua Tim Pembaruan Prof DR Takdir Rahmadi, SH, LLM serta Ketua Muda Pembinaan MARI, Widayatno Sastrohardjono, SH., MSc. serta tim asistensi pembaruan MARI.

Mendampingi delegasi FCA, hadir Syaiful Syahman dari Australian Agency for International Development (AusAID) dan Nicola Colbran, Program Director Indonesia Australia Partnership for Justice (IAPJ).

Kunjungan kerja ini direncanakan untuk berlangsung antara tanggal 21 sampai 23 Maret 2011 dengan agenda utama untuk melakukan diskusi terkait dengan implementasi Nota Kesepahaman Yudisial antara MA, FCA dan Family Court of Australia (FcoA) yang terakhir ditanda tangani pada September 2010 lalu di Sydney, Australia.

Sebagaimana diketahui, MoU Kerjasama Yudisial meliputi Keterbukaan pengadilan, Akses peradilan yang terjangkau bagi kelompok miskin dan terpinggirkan, Pembaruan manajemen perkara, Program Kepemimpinan dan Manajemen Perubahan dan Kerjasama antar peradilan.

Pada kesempatan ini agenda kunjungan kerja delgasi FCA akan meliputi diskusi dengan kelompok kerja Sistem kamar, serta kelompok kerja manajemen perkara. Khusus untuk untuk kelompok kerja manajemen perkara, akan diadakan diskusi dengan penekanan implementasi modernisasi manajemen perkara melalui implementasi Surat Edaran Ketua MA Nomor 14 Tahun 2010 tentang Dokumen Elektronik Sebagai Kelengkapan Permohonan Kasasi Dan Peninjauan Kembali dan Surat Panitera Nomor 085/PAN/II/2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan SEMA Nomor 14 Tahun 2010 Tentang Dokumen Elektronik Sebagai Kelengkapan Permohonan Kasasi Dan Peninjauan Kembali yang secara fundamental merubah tata cara pengelolaan dokumen pada sistem peradilan Indonesia. Selain itu delegasi FCA juga direncanakan untuk dapat berkunjung ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk melihat kesiapan implementasi SEMA 14/2010 di lapangan.

Ketua Mahkamah Agung dalam courtesy call mengatakan: "bahwa kerjasama yudisial dengan FCA telah sangat bermanfaat bagi kedua pengadilan, bagi Indonesia setidaknya program pengikisan tunggakan perkara yang didiskusikan sejak lama dengan pihak FCA telah berhasil melakukan beberapa hal, misalnya menentukan batas waktu tunggakan perkara menjadi satu tahun (SK KMA 138/2009), dan turunnya perkara tunggakan dari 20.000an pada tahun 2005 menjadi hanya sekitar 3000 perkara tunggakan pada tahun 2011".

Sementara itu Justice Moore menyatakan sangat senang bisa kembali ke Mahkamah Agung, dan ingat betapa ia pernah duduk berjam-jam dengan Ketua Mahkamah Agung Harifin A Tumpa dalam posisinya sebagai ketua pokja Manajemen perkara untuk membicarakan pengikisan tunggakan perkara. Selanjutnya rapat akan diteruskan ke ruang Mujono dengan peserta para anggota Pokja Sistem Kamar. (source - HUMAS MARI)

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta