Minggu, 23 September 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2011-04-20 11:13:11
Ketua Muda Pengawasan : "Hati-hati dalam melaksanakan tugas !"

JAKARTA - HUMAS. Hakim, selalu menjadi sosok sentral dalam sebuah persidangan. Hakim dinilai sebagai perwakilan Tuhan yang dituntut untuk dapat membuat keputusan yang seadil-adilnya. Namun, saat rasa keadilan masyarakat tidak termaktub dalam putusan sang hakim, maka hakim langsung dianggap sebagai sosok yang tidak terpuji. MA sebagai korps yang menaungi hakim juga tak lepas dari sorotan dan tuntutan masyarakat, kekhawatiran masyarakat akan hakim yang tidak terpuji dijawab oleh MA. "Melalui Badan Pengawasan MA melakukan pengawasan ketat terhadap para hakimnya, dalam hal pengaduan masyarakat sepanjang menyangkut pelanggaran kode etik MA tanggap menindaklanjuti, bahkan hakim yang bertindak indisipliner akan mendapat hukuman dari MA melalui Badan Kehormatan Hakim" papar Hatta Ali, Ketua Muda Pengawasan MA di ruang kerjanya pada Selasa, 19 April 2011.

Namun yang perlu diingat dalam melaksanakan tugas hakim adalah kehati - hatian. "Kita harus konsukuen terhadap konstitusi dimana konstitusi menjamin bahwa hakim bersifat merdeka. Hakim tidak boleh diintervensi dalam membuat keputusan. Menanyakan hal yang menyangkut keputusan kepada hakim merupakan hal yang tabu". Sambungnya lagi. Sekecil apapun kesalahan yang dilakukan hakim, MA tidak akan meneruskan karier hakim di MA. "MA memiliki Tim Promosi dan Mutasi hakim, jadi kalau ada hakim yang berbuat kesalahan tidak akan kami promosikan", papar Hatta Ali.

Menanggapi berita mengenai rencana demo hakim ke Istana Presiden dan DPR, Hatta Ali menegaskan bahwa sebagai korps hakim, IKAHI tidak pernah menyarankan, mengizinkan rencana aksi para hakim turun ke jalan. "Itu adalah perbuatan individu!" tegas Hatta Ali. Hakim merupakan tumpuan dari segala rasa keadilan masyarakat, Hatta Ali sekali lagi memohon kepada para hakim untuk lebih berhati - hati dan menggunakan hati nurani dalam menyelesaikan perkara. "Hati - hati dalam melaksanakan tugas!" pungkasnya.

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta