Selasa, 21 Agustus 2018  
2016-06-16 12:38:20 Diingatkan kepada Masyarakat agar tidak mempercayai oknum yang mengatasnamakan Hakim atau Pejabat Peradilan untuk memenangkan Perkara di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta
    



2011-05-27 15:23:52
Ketua MA: Saksi Ahli Sekarang Saksi Ahli-ahlian, Sesuai Pesanan

Jakarta - Dalam hukum acara tidak diperinci kualifikasi apa saja yang bisa memberikan keterangan ahli di muka persidangan. Alhasil, banyak orang yang tidak berkompeten tetapi dipaksakan dihadirkan ke muka persidangan sebagai saksi ahli.

Hal ini dikritik oleh Mahkamah Agung (MA). "Ahli sekarang itu kan bisa ahli-ahlian. Coba anda lihat itu. Ahli sesuai dengan pesanan," kata Ketua Mahkamah Agung (MA), Harifin Tumpa, usai salat Jumat di Gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (27/5/2011).

Atas banyaknya fakta itu, maka Harifin tidak mau dijadikan ahli pada sidang permohonan uji materi UU Keuangan Negara di Mahkamah Konstitusi (MK). Uji materi ini diajukan oleh Hakim PTUN Semarang yang meminta independensi anggaran lembaga peradilan. Namun karena alasan di atas, maka dia langsung menolak jika jadi ahli dalam kasus itu. "Saya bukan ahli," kata Harifin.

Seperti diketahui, anggaran negara untuk dunia peradilan yang berubah-ubah tiap tahunnya menjadikan lembaga yudikatif dinilai terbelenggu oleh pemerintah. Akibatnya hakim merasa independensinya tergadaikan oleh sistem itu. Atas dasar itu, Hakim PTUN Semarang, Teguh Satya Bhakti mengajukan permasalahan itu ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan menguji UU No 17/2003 tentang Keuangan Negara.

"UU ini mengesampingkan esensi kemandirian Kekuasaan Kehakiman dalam mengelola anggarannya sendiri. Padahal sangat jelas dan nyata dari sudut ketatanegaraan, kedudukan Mahkamah Agung (MA) merupakan lembaga yang berbeda dengan eksekutif," terang Teguh dalam surat permohonannya.

 

::back::

 


Copyright 2012 All Rights Reserved Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta