KETUA MAHKAMAH AGUNG RI MELEPAS KETUA PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA JAKARTA DALAM ACARA WISUDA PURNABAKTI

Jakarta – Suasana penuh haru dan penghormatan menyelimuti Gedung Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta pada hari ini saat dilangsungkan acara wisuda purnabakti Ketua PTTUN Jakarta, Bapak H. Oyo Sunaryo, S.H., M.H., yang telah menyelesaikan masa baktinya sebagai abdi peradilan.
Momen istimewa ini semakin bermakna dengan kehadiran dan langsung dilepasnya beliau oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Agung memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, integritas, dan kontribusi luar biasa yang telah diberikan oleh Ketua PTTUN Jakarta selama mengabdi dalam dunia peradilan, khususnya di lingkungan peradilan tata usaha negara.
"Beliau adalah sosok yang tidak hanya teguh dalam prinsip hukum, tetapi juga hangat dalam membina, membimbing, dan menjaga marwah lembaga peradilan. Purnabakti bukan akhir, melainkan tanda kemuliaan atas pengabdian yang paripurna," ujar Prof. Dr. H. Sunarto dalam sambutannya.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh para pejabat tinggi di lingkungan Mahkamah Agung, para Ketua Pengadilan Tinggi , para hakim dan pegawai di lingkungan PTTUN Jakarta, serta keluarga besar purnabakti. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan riwayat singkat perjalanan karier, prosesi penyematan tanda purnabakti, hingga penyerahan kenang-kenangan sebagai ungkapan terima kasih dan penghargaan atas jasa-jasa beliau.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PTTUN Jakarta yang purnabakti menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Beliau mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan sejawat dan jajaran peradilan yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam menegakkan keadilan.
"Saya percaya, tongkat estafet akan terus dijalankan oleh generasi penerus dengan penuh integritas dan semangat pengabdian. Terima kasih atas kebersamaan, doa, dan dukungannya selama ini," tuturnya dengan suara yang tertahan haru.
Acara diakhiri dengan ramah tamah, penampilan video kenangan, serta ucapan perpisahan dari para pegawai dan kolega, yang semuanya menambah kesan mendalam dalam momen pelepasan ini.
Wisuda purnabakti ini menjadi penanda akhir dari sebuah pengabdian formal, namun juga awal dari babak baru dalam kehidupan pribadi beliau, yang akan senantiasa dikenang sebagai sosok pemimpin yang adil, bijaksana, dan bersahaja.



