





Jakarta, 13 Februari 2026 – Keluarga besar Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta menyelenggarakan Tarhib Ramadhan 1447 H yang dirangkaikan dengan tradisi Munggahan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini mengusung tema “Sambut Ramadhan dengan Sukacita, Raih Pribadi yang Paripurna” dan menghadirkan Ustadz Hidayatur Rahman sebagai penceramah.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan kekeluargaan, diikuti oleh pimpinan, para hakim tinggi, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh aparatur PTTUN Jakarta. Momentum ini tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan kesiapan spiritual menjelang Ramadhan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar seluruh keluarga besar PTTUN Jakarta.
Kegiatan dipandu oleh Master of Ceremony, Ibu Iis Yulita, yang membawakan rangkaian acara dengan tertib dan lancar. Suasana religius terasa sejak awal kegiatan yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Bapak Nur Amin, dan dilanjutkan dengan saritilawah oleh Ibu Dian Widyastuti.
Sambutan disampaikan oleh Ketua PTTUN Jakarta, Bapak H. Iswan Herwin. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat nilai-nilai moral dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur peradilan.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Hidayatur Rahman menyampaikan konsep 3M sebagai jalan menuju pribadi yang paripurna. Konsep tersebut meliputi:
- Membersihkan jiwa, yaitu menyucikan hati dari prasangka buruk, iri hati, serta berbagai sifat tercela yang dapat merusak kualitas diri.
- Mengendalikan nafsu, yakni melatih diri agar mampu menahan amarah, mengontrol keinginan yang berlebihan, serta menghindari godaan duniawi yang dapat menjauhkan dari nilai-nilai kebaikan.
- Memanusiakan manusia, yaitu memperlakukan sesama dengan penuh kasih sayang, empati, dan keadilan, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas kedinasan.
Tradisi Munggahan yang turut dilaksanakan dalam kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan ungkapan rasa syukur atas kesempatan untuk kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk saling memaafkan dan memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan PTTUN Jakarta.
Acara ditutup dengan salam-salaman dan foto bersama sebagai wujud kebersamaan serta upaya mempererat silaturahmi antar seluruh keluarga besar PTTUN Jakarta. Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai penutup kegiatan, mencerminkan semangat persaudaraan dan kesiapan bersama dalam menyambut bulan Ramadhan. (AR)
